Keluarga Yang Tersangkut Kasus Teroris, Dapat Deradikalisasi Dari Polres Tasikmalaya Kota

BUNGURSARI, (KAPOL).- Delapan keluarga warga Kota Tasikmalaya yang tersangkut kasus terorisme tiba di Mako Polres Tasikmalaya Kota, Jumat (14/12/2018) dini hari setelah menjenguk ke lapas Cipinang.

Kedelapan keluarga tersebut mendapatkan beberapa fasilitas dari Polres Tasikmalaya Kota, yakni keluarga bisa berkomunikasi dengan terduga teroris, hingga diberi edukasi sampai modal usaha untuk melanjutkan kehidupan sehari-harinya selama ini.

“Kita mengupayakan bagi keluarga fasilitas edukasi juga memberikan modal usaha. Selain itu kita juga memfasilitasi mereka untuk bisa bertemu dengan para suaminya, ayah atau anak mereka yang sekarang sedang menjalani sidang kasus teror di Jakarta. Alhamdulillah, mereka menerima dan terlihat bahagia” kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Maruf, kepada wartawan, Jumat (14/12/2018).

Dikatakan Febry, Polres Tasikmalaya Kota sudah selama enam bulan terakhir melakukan pembinaan sistem deradikalisasi bagi delapan keluarga teroris asal Tasikmalaya dan Kedelapan keluarga ini menerima dengan terbuka.

Tujuan deradikalisasi ini, kata Febry, sesuai dengan amanat Kapolda Jawa Barat sebagai upaya untuk memutus mata rantai faham terorisme di wilayah Jawa Barat.

Apalagi program deradikalisasi bagi keluarga terduga teroris. Pasalnya, mereka (keluarga terduga, red) selama ini mendapatkan tekanan sosial di lingkungan tempat tinggalnya akibat terjerat kasus keterlibatan teror yang dilakukan salah satu anggota keluarganya.

Ia menyebutkan, selama ini pihaknya berupaya terus untuk membantu keluarga terduga supaya mereka tak termarginalkan di masyarakat. “Kita terus berupaya dan memikirkan kondisi dan psikologisnya istri, anak-anaknya atau orang tuanya juga bagaimana tanggapan selama ini dari lingkungan sekitar terhadap keluarga terduga.

Dengan berbagai upaya pendekatan selama ini, lanjut Febry, pihaknya berhasil membangun hubungan emosional dengan mereka. Para keluarga terduga akhirnya mengerti dan bisa menerima pembinaan sistem deradikalisasi dari kepolisian.

“Berkat bantuan para fasilitator dari mereka, Alhamdulillah, hubungan emosional terbangun dan akhirnya para keluarga mengerti program ini,” katanya.

Sementara delapan anggota keluarga diantaranya para istri dan anak-anak terduga teroris asal Tasikmalaya, tiba di Mako Polres Tasikmalaya Kota, Jumat (14/12/2018) dini hari, seusai bertemu dengan para terduga

Mereka mengaku bahwa selama ini twlah menerima fasilitas pembinaan deradikalisasi dari pihak kepolisian dengan baik. Menurut mereka, sebelumnya fasilitas seperti itu tak pernah didapatkan dari pemerintah kota Tasikmalaya kepada keluarga terduga.

“Kami difasilitasi dari Polres Tasikmalaya Kota, akan tetapi kalau pemerintah Kota Tasikmalaya tidak pernah ada upaya apapun,” kata salah seorang keluarga terduga. (Erwin RW)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...