oleh

Kemeriahan Dalam Penghitungan Suara Pemilihan Ketua RW 10

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Mengajak masyarakat untuk cerdas dan dapat berpartisipasi dalam kehidupan berdemokrasi.

Pengurus empat RT menggelar pemilihan Ketua Rukun Warga (RW) 10 Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (27/10/2019).

Memilih ketua RW tersebut dilaksanakan layaknya pesta demokrasi besar sekelas Pemilihan Umum (Pemilu) Kepala Negara maupun pemilihan Kepala Daerah.

Warga diundang ke TPS yang dibuat di Madrasah Al Hidayah, untuk memberikan hak suaranya.

Dari tiga calon yang maju dalam pertarungan Ketua RW 10 itu, maka yang terpilih akan membawahi empat Rukun Tetangga (RT) dan mengabdi kepada masyarakat selama periode 2019-2022.

Tiga nama dan foto kandidat perwakilan masing-masing nomor urut 1 dari RT 04 Maman, nomor urut 2 dari RT 04 Drs Apang dan nomor urut 3 dari RT 03 Zulkarnaen dipampang di lokasi TPS.

Setelah panitia siap menggelar pencoblosan, warga yag sudah datang ke lokasi pun dipanggil sesuai nomer urut di kertas undangan.

Kemeriahan dan sorak sorai para pendukung masing-masing calon mulai ramai, saat tahap penghitungan suara dimulai.

Jumlah DPT 656, total suara yang masuk adalah 507 suara, yakni dari RT 01 sejumlah 145 suara, RT 02 sebanyak 124 Suara, RT 03 sebanyak 127 suara dan RT 04 sebanyak 111 suara.

Seluruh suara oleh panitia mulai dihitung, satu demi satu kertas suara dibuka dan pilihan oun mulai nampak.

Maman unggul jauh dalam raihan suara yakni 298 suara mengalahkan dua calon lainnya yakni Drs Apang 90 dan Zulkarnaen 112 serta surat suara tidak syah 7 suara.

Maman sebagai ketua RW terpilih menyebutkan, dengan dirinya menjadi ketua RT merupakan tanggung jawab yang terhadap warga dan sebagai amanat untuk meneruskan cita-cita ketua RW yang sebelumnya untuk membangun lingkungan RW 10 menjadi lebih baik

Ketua Panitia Pemilihan RW 10 H. Iwan Mulyawan menyebutkan dalam pemilihan ini diharapkan jadi capaian kesepakatan bersama.

Dan hal itu menjadi sangat penting guna memicu semangat gotong royong diantara warga.

Waktu untuk mencari calon yang dianggap mampu memangku jabatan Ketua RW pun ternyata warga tidak gegabah.

Sehingga butuh waktu yang cukup panjang untuk menyerap aspirasi dari warga.

“Keinginan warga itu perlu benar-benar diakomodir dengan baik, jangan sampai setelah terpilih hanya menjadi simbol saja,” katanya.

Sementara salah satu warga Helma (41) berharap, ketua RW bisa mengayomi dan melayani warga dengan baik dan tidak pandang bulu. Jangan sampai ada warga yang tidak diakimodir keinginanan dan aspirasinya.

Selain itu, sebagai Ketua RW juga harus mampu bekerja lebih transfaran apalagi terkait keuangan warga. (KP-07)***

Komentar

News Feed