Ketua Fraksi PAN Tinjau Kantor Baru Bupati Ade

CIPATUJAH, (KAPOL).- Selama situasi tanggap darurat, Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto pindah kantor. Ade memilih untuk ngantor di wilayah Cipatujah.

Hal itu dilakukan Ade Sugianto untuk memudahkan koordinasi dalam penanggulangan korban bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Selasa lalu.

Sehari setelah menetapkan tanggap darurat, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Deni Ramdani Sagara langsung mengunjungi tempat ngantor bupati Ade Sugianto di Cipatujah tepatnya di Penginapan Milik Pemda.

“Sengaja kita datang ke Cipatujah untuk meninjau lokasi bencana sekaligus melihat kantor baru Bupati. Ini untuk memastikan saja benar tidak beliau (Bupati Ade Sugianto-red) ngantor di sekitar lokasi bencana,” kata Deni R Sagara.

Deni yang saat itu didampingi Ketua DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya, Daud Rifai mengakui apa yang dilakukan Bupati sudah sangat baik dalam menangani masalah korban bencana. Apalagi di wilayah selatan itu ada tiga Kecamatan yang terkena dampak bencana banjir bandang dan longsor dengan kondisi cukup parah.

“Kecamatan Culamega, Cipatujah dan Kecamatan Karangnunggal kondisinya cukup parah dan para korban bencan harus segera ditanggulangi. Dan apa yang dilakukan Pak Bupati sudah sangat tepat,” katanya.

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengatakan pihaknya memilih ngantor di Cipatujah agar bisa dekat dengan masyarakat korban bencana. Semua kegiatan yang ada di wilayah kota diwakilkan kepada pejabat Pemkab Tasikmalaya.

“Saya fokus di Cipatujah, untuk memudahkan koordinasi dalam menanggulangi korban bencan. Dan kegiatan lain saya wakilkan ke Pak Sekda dan yang lainya,” kata Ade.

Ia mengatakan setalah tahu ada bencana alam di wilayah Tasik Selatan, pihaknya langsung meluncur ke Tasela dan tidak pulang dulu ke rumah. Keperluan pakaian untuk salin dan sebagainya memilih membeli di Cipatujah.

Setelah ngobrol  lama, Bupati Ade dan Deni langsung memantau lokasi banjir bandang Cipatujah. Keduanya melihat jembatan Cipatujah yang putus dan menyapa warga Cipatujah yang kondisinya terisolasi.

Keduanya menggunakan perahu yang disiapkan oleh TIM SAR untuk menyebrangi sungai yang airnya cukup deras. Mereka pun bisa bertemu langsung dengan masyarakat Ciandum yang sejak jembatan Cipatujah putus terisolir tidak bisa menyebrang ke wilayah Pesanggrahan Cipatujah. (Abdul Latif)***

Komentari