oleh

Komplotan Pencurian Mobil Pick Up Berhasil Diungkap

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Komplotan pelaku pencuri spesialis mobil pick up ditangkap Jajaran Polres Tasikmalaya Kota. Petugas mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan tersebut setelah pengembangan dari laporan warga yang kehilangan kendaraan miliknya.

“Kami melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kejadian pencurian di salah satu titik wilayah Kota Tasikmalaya. Dari situ ada temuan dan mengarah kepada komplotan yang selama ini tengah diburu,” kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto usai gelar perkara di halaman Mako Polres Tasikmalaya Kota, Rabu (23/10/2019).

Dikatakannya, dua tersangka berinisial DN (40) warga Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya yang tinggal di Cicalengka, Kabupaten Bandung dan RD (40) yang tinggal di kawasan Nagreg Kabupaten Bandung, berhasil dibekuk petugas.

Selain pelaku, petigas juga mengamankan 3 unit mobil pick up. Diduga masih banyak mobil yang sudah dijual pelaku ke penadah.

Dalam aksinya, kata Anom, tersangka DN berperan sebagai pengambil kendaraan jenis pick up yang terparkir di halaman rumah para korban pada malam hari.

Tersangka, lanjut Anom menggunakan sendok untuk membuka pintu mobil, kemudian pelaku menggunakan soket untuk menyalakan mobil tersebut.

Sementara pelaku RD yang merupakan salah satu penadah kendaraan-kendaraan curian itu, diamankan di kediamannya. “Dari hasil pemeriksaan, para tersangka disinyalir merupakan komplotan spesialis pencurian mobil pick up,” katanya.

Tersangka DN memgaku sempat melakukan pencurian kendaraan pick up di wilayah Kecamatan Tawang, Cipedes, Cihideung dan Mangkubumi Kota Tasikmalaya.

“Dari keterangan pelaku DN pada proses pemeriksaan, kepada petugas mengaku sudah melakukan pencurian dengan pemberatan di wilayah Kota Tasikmalaya sebanyak 27 kali selama kurunnwaktu 2016 sampai 2019,” katanya.

Polisi masih memburu empat tersangka lain yang diduga ikut terlibat dalam aksi pencurian dengan pemberatan tersebut. Dari hasil pencurian para pelaku menjualnya ke wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung.

Pelaku bisa dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana tujuh tahun. (KP-07)**

Komentar

News Feed