Korban DBD di Pagerageung Bertambah, Pemerintah Lamban Merespon

PAGERAGEUNG, (KAPOL).-Meski sudah ada 2 orang meninggal dunia dan 7 orang dirawat yang diduga akibat wabah demam berdarah (DBD) di Desa Pagerageung, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Namun hingga kini belum ada respon dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.

Hal tersebut tentunya membuat masyarakat merasa resah atas wabah DBD dan kecewa terhadap Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.

Tokoh masyarakat Desa Pagerageung, Ato Rinanto kepada “KAPOL” Minggu (16/6/2019) mengatakan kasus DBD sudah sangat memprihatinkan di Desa Pagerageung, hingga memakan korban dua orang meninggal dunia dan 7 orang dirawat.

Saat ini pun ada dua orang yang dirawat di rumah sakit atas nama Hj. Rohimih (92) dirawat di RS Jasa Kartini dan Palah (22) di rawat di RS. TMC Kota Tasikmalaya.

Meski demikian, sejauh ini belum ada respon dari Dinas Kesehatan untuk melakukan tindakan seperti melakukan fogging atau tindakan lainnya dalam penanganan DBD.

“Kami sangat menyayangkan lambannya tindakan pihak Dinkes. Seharusnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya merespon dan melakukan upaya. Bukan malah seolah tidak peduli atas wabah DBD yang menyerang warga Desa Pagerageung,” kata Ato Rinanto yang juga sebagai Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya.

Menurutnya, dengan adanya kasus DBD yang merengut korban jiwa dan sejumlah orang dirawat ini, bukan permasalahan yang ringan. Ini sudah wabah yang cukup berbahaya. Apalagi DBD jenis wabah yang bisa menular dan bisa mengakibatkan semakin banyak kematian.

“Tapi kenapa Pemkab Tasikmalaya terkesan diam saja. Seharusnya segera terjun melakukan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD),” tuturnya.

Ato berharap, pemerintah segera turun tangan dengan melakukan upaya fogging dan sebagainya mengatasi penyakit mematikan ini. Jangan sampai korban bertambah semakin banyak dan baru bergerak. Peran pemerintah sangat diharapkan agar penyakit DBD tidak terus berkembang, ungkapnya. (Ema Rohima)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...