KPLHI Garut dan GM Pede, Tolak Pembangunan Pabrik Sepatu

GARUT, (KAPOL).- Organisasi Masyarakat (Ormas) Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI), dan Gerakan Masyarakat Peduli Desa (GM Pede) beserta warga Desa Cijolang, Kec. Limbangan, Kab. Garut, tetap menolak pembangunan pabrik sepatu di wilayah utara Garut.

Bahkan, mereka berencana akan kembali melakukan aksi dan audensi ke gedung DPRD Kab. Garut.

Ketua KPLHI Kab. Garut, Roni Faisal Adam, mengatakan telah melakukan konsolidasi dengan Ketua GM Pede yang juga Pimpinan Ponpes Pulo, Imron Abdul Rojak, di Balubur Limbangan.

“Pada intinya kami membahas terkait penolakan pembangunan pabrik sepatu, dan sekaligus membahas rencana aksi ke Bupati Garut di gedung DPRD,” kata Roni, Selasa (14/11/2017).

Ia mengatakan, bila tuntutannya tidak digubris oleh Pemda Garut, maka ribuan warga Cijolang akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.

Bahkan, akan membuat petisi dengan penandatanganan warga di lokasi Jalan Raya Bandung -Tasik untuk menolak berdirinya pabrik sepatu PT. Pratama Abadi.

“Kami akan menggelar audensi dengan Bupati Garut di gedung dewan, karena Bupati telah merekomendasi perizinan pabrik tersebut,” ucapnya.

Padahal, kata dia, sudah jelas hal tersebut melanggar Perda Nomor 29 Tahun 2011 dan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

“Bila tuntunan pencabutan izin tidak juga dilakukan, maka kami akan melakukan aksi blokade dan menggelar petisi tanda tangan warga dengan turun ke jalan,” ujarnya. (Dindin Herdiana)***

 

Komentari