KPPS, Kami Bekerja 2 Hari 2 Malam

TASIKMALAYA, (KAPOL).-Setidaknya dua orang dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tasikmalaya meninggal dunia akibat kelelahan pada Pemilu tahun 2019 ini. Bekerja selama dua hari dua malam, bukanlah hal yang mudah dan menguras energi. 

“Kalau dihitung-hitung, mulai dari persiapan dan pelaksanakan di TPS sangat melelahkan perlu waktu 2 hari 2 malam nonstop. Kami sudah melaksanakan tugas sesuai rsgulasi yang diberikan, dan hasilnya sudah diberikan apa adanya, tanpa rekayasa,” ujar Ketua KPPS TPS 007 Kelurahan/Kecamatan Cipedes Kota Tasikmmalaya, Asep S. Kusaeri kepada Kapol, Jumat (19/4/2019).

Ia memaparkan, pada hari-H pencoblosan petugas sudah standby sejak pagi. Mulai dari pengambilan sumpah anggota KPPS, lalu diteruskan pencoblosan sampai jam 13.00 WIB. Penghitungan suara pun baru selesai hingga pukul 01.00 dinihari, dilanjutkan dengan pengisian berita acara sampai keesokan harinya.

“Sistem administrasi rumit dan sangat banyak. Lebih dari 1.250 tanda yang harus dibubuhkan mulai kertas suara, berita acara dll. Semua format isian harus ditulis basah. Pengelompokan pemilih, DPT, DPTb, DPK yang bikin repot dalam penuangan ke berita acara. Perlu kecermatan dan waktu lama,” katanya.

Ia berharap, tugas saat ini berada di tingkatan PPS Kelurahan, Kecamatan hingga KPU dapat terlaksana secara jujur, adil, profesional, tanpa rekayasa. “Apapun hasilnya kami terima. Jangan hianati kami yang telah bekerja keras di TPS,” ujar Askus sapaan akrab Asep. (Inu Bukhari)***

Diskusikan di Facebook