KPU Bantah Pemegang KTP-el Bebas Memilih di TPS

SINGAPARNA, (KAPOL).-Sebaran informasi terkait masyarakat pemilih bisa menggunakan KTP-el dan mencoblos di TPS mana saja dibantah KPU Kabupaten Tasikmalaya. Sebab secara aturan pemilu itu tidak ada dan yang ada yakni pemegang KTP-el tersebut bisa tetap memilih meski tanpa undangan asalkan di TPS yang sesuai tempat domisilinya.

Diketahui, pesan berantai ini digeber melalui jejaring sosial antaralain pesan WhatsApp. Isi pesan menyebutkan, jika calon pemilih yang menggunakan KTP-el, boleh secara bebas memilih TPS sesuai yang diinginkan pemilih dengan catatan mampu menunjukkan KTP-el asli.

“Kita menerima pesan serupa. Bahkan kita menemukan beberapa postingan sejumlah pengguna facebook atau instagram dan twitter dengan tagline “Tinggal bawa KTP-el sejam terakhir!”. Secara tegas kita nyatakan bahwa info tersebut tidak benar alias hoax,” tegas Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Zamzam zamaludin dalam konferensi pers di gedung KPU Kabupaten Tasikmalaya, Senin (15/4/2019) sore.

Dijelaskan, pemilih yang tidak masuk ke dalam DPT, dapat menggunakan hak pilihnya dengan cara menunjukkan KTP-el. Tetapi itu hanya berlaku di TPS yang lokasinya satu RW dengan domisili pemilih. Selanjutnya untuk pemilih yang masuk di DPT tetapi tidak menerima C6 (undangan) atau rusak/hilang, pemilih bisa langsung ke TPS dengan menggunakan KTP-el atau Suket (surat keterangan pengganti KTP-el).

“Kita ingatkan, tiap-tiap TPS itu DPT-nya berbeda-beda. Jadi meskipun nama pemilih sudah ada di DPT atau website KPU, pastikan juga nomor TPS dan kelurahannya. Jangan marahi petugas TPS gara-gara tidak boleh masuk TPS, padahal salah alamat,” ujarnya.

Bagi pemilih yang memegang A5 (pemilih pindahan), wajib membawa Form A5-nya saat memasuki areal TLS. Meskipun nama pemilih tersebut ada di DPTb (DPT tambahan). Lebih lanjut Zamzam mengatakan, apabila hingga jam 13.00, pelaksanaan pemungutan suara belum selesai, maka bagi pemilih yang belum masuk bilik suara tetapi namanya sudah masuk dalam daftar hadir, maka panitia pemungutan suara, harus tetap melayani. (Aris Mohamad F)***