Krisis Air di Ciamis Meluas

CIAMIS, (KAPOL),-Krisis air bersih akibat musim kemarau di Ciamis, Jawa Barat terus meluas hingga 27 Kecamatan. Permintaan bantuan air bersih terus berdatangan. BPBD Ciamis kewalahan hingga harus meminjam dana talang ke pihak ketiga, guna kelancaran penyaluran air bersih. Lantaran keterbatasan anggaran.

“Kami terpaksa meminjam dana talang, termasuk memakai uang pribadi, serta pinjam ke Koperasi PDAM, supaya penyaluran air bersih tetap berjalan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ciamis Ani Supiani saat ditemui di kantornya Jalan RAA Sastrawinata Selasa (4/9/2018).

Kata dia, sejak pertengahan bulan agustus, anggaran untuk bantuan air bersih sudah minus sampai Rp2 juta. Sehingga BPBD Ciamis saat ini sangat membutuhkan bantuan dari pihak lain.

“Selain meminjam, upaya kami dengan menggeser anggaran dari perubahan, sehingga dapat segera dimanfaatkan. Yang terpenting bagi kami penyaluran air bersih kepada masyarakat tetap berjalan,” tutur Ani.

BPBD Ciamis sangat siap menerima bantuan dari pihak manapun seperti instansi pemerintahan, BUMD, BUMN termasuk para calon wakil rakyat. Karena kebutuhan air bersih di Ciamis sangat mendesak.

Menurut Ani, dalam sehari BPBD menyalurkan air bersih hingga 4 titik. Biaya operasionalnya mulai dari Rp 155.000 sampai Rp 278.000, tergantung lokasi dari yang terdekat hingga terjauh.

“Mobil tanki dan air bersih sudah disediakan BPBD, pihak yang akan membantu sediakan untuk biaya operasional saja. Sekali lagi, kami tidak melihat siapa yang memberi bantuan, tapi bagi kami penyaluran bisa lancar,” ujarnya.

Berdasarkan catatan awal BPBD Ciamis, krisis air bersih hanya terjadi di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar, Pamarican, Lakbok, Cijeungjing, Ciamis, Rancah dan Rajadesa.

Namun lamanya musim kemarau hingga awal September, krisis air meluas hingga 27 Kecamatan. Kabupaten Ciamis juga termasuk daerah kedua terparah kekeringan di Jawa Barat, dimana sekitar 39.556 kepala keluarga mengalami krisis air bersih.

“Jadwal penyaluran air bersih sudah disusun sampai akhir September, mudah-mudahan di bulan ini hujan sudah turun dan masyarakat tidak kekuarangan air bersih lagi,” pungkasnya.(Yogi T Nugraha)***

Komentari