Kronologis Massa BMPI Desak Tutup Hotel Sartika

CIAWI, (KAPOL).-Massa yang mengatasnamakan Barisan Muda Pemuda Islam (BMPI) Kabupaten Tasikmalaya, mendesak Hotel Sartika di Desa Pakemitankidul, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya ditutup total. Desakan itu karena hotel tersebut diduga dijadikan ajang maksiat atau prostitusi.

Desakan penutupan itu bukan tanpa alasan, karena hotel itu selain dianggap memunculkan kontroverasi di masyarakat dan Ormas Islam tentang status dan fungsinya. Dimana sejak tahun 2014 massa sudah beberapa kali memergoki adanya pasangan bukan muhrim dalam satu kamar. Atas kejadian itu, sempat dilakukan dialog dan kesepakatan dan perjanjian.

“Saat itu sudah dibuatkan perjanjian. Salah satu isinya, jika kembali terjadi maka seluruh pihak siap dan bersepakat untuk menutup aktivitas, status dan fungsi Hotel Sartika untuk selamanya,” kata Teungku Galih kepada “KAPOL” Selasa (15/5/2018)

Menurutnya, desakan ini kembali muncul setelah adanya laporan pada Sabtu (11/5/2018) malam lalu, ditemukan adanya beberapa pasangan bukan muhrim masuk hotel dan berada dalam satu kamar. Hal itu diperkuat dengan pengakuan pengunjung adanya niat untuk melakukan maksiat. Sayangnya, tidak ada upaya dari pihak pengelola untuk mencegahnya dengan aturan yang ada. Sebaliknya, malah terkesan membiarkan adanya prostitusi.

Hal ini yang mendasari pihaknya menyatakan sikap tegas yang berlandasan pada nilai hukum dan perjanjian, serta memagang prinsip terlindungnya masyarakat dari segala tindakan dan aktivitas tang dapat merusak moral generasi bangsa, ungkapnya. (Ema Rohima)***

Komentari