Kuota CPNS Garut Belum Pasti

GARUT, (KAPOL).- Kuota penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk Kabupaten Garut belum pasti.

Karena sampai saat ini pihak Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) masih memprosesnya.

Maka dari itu, masyarakat dihimbau jangan terjebak, tergiur, atau tertipu dengan oknum tertentu yang berjanji akan bersedia mengurus terkait CPNS tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Alit Suherman menyatakan hal tersebut kepada “KAPOL” di ruang kerjanya, seusai menerima audensi HMI terkait KPUD, Selasa (20/3/2018).

Dia mengaku, awal bulan Maret ini bersama Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan (BKD) Kab. Garut sudah berkoordinasi dengan Kemenpan-RB di Jakarta.

Namun, kuotaCPNS untuk Kabupaten Garut dan daerah lainnya itu masih diproses.

“Artinya, baikjumlah kuota, waktu, dan jadwalnya juga belum pasti. Apakah Kabupaten Garut akanmenerima kuota CPNS atau tidak ?,” katanya.

Kalau menerima berapa jumlah kuotanya, bisa juga tidak menerima kuota?.

“Nah, semua itu saat ini sedang dalam proses,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Alit, masyarakat harus hati-hati dengan janji-janji pihak tertentu yang bersedia mengurus soal CPNS ini.

Alit menuturkan, memang tahun iniKemenpan-RB membuka lowongan kerja atau kuota CPNS bagi 120.000 orang untuk seluruh Indonesia.

Jumlah kuota tersebut tentunya dibagi-bagi berdasarkan kebutuhan yang ada.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Garut telah mengusulkan atau mengajukan ke Kemenpan RB sebanyak 1.500 orang yang diprioritaskan untuk tenaga pendidikan (guru) dan tenaga kesehatan,” katanya.

Akan tetapi sebagaimana dikatakan tadi, semua itu belum pasti, karena masih menunggu dari pusat.

“Minggu lalu saya dan dari BKD datang ke Jakarta ke Kemenpan RB. Ternyata belum bisa menerima jawaban pasti. Kapan waktunya, berapa jumlah kuota untuk Garut. Bisa tidak, bisajuga menerima tergantung nanti.” ucapnya.

Makanya, Alit mengingatkan, masyarakatdiminta untuk mewaspadai dan tidak memercayai kabar bohong terkiat lowongan CPNStersebut sebelum resmi diumumkan pemerintah.

“Kepada masyarakat, tenaga honorer,baik guru atau lainnya untuk berhati-hati saja. Kami pastikan pula kabar yang sekarang beredar terkait CPNS itu adalah kabar bohong atau hoax,” tuturnya.

Untuk itu, Ia meminta agar masyarakat lebih waspada dan tidak memercayainya.

“Perlu diketahui pula, kuota CPNS dikaitkan pula dengan besaran APBD masing-masing Kabupaten,” katanya. (Dindin Herdiana)***

Komentari