oleh

Lapang Jayaraga Kondisinya Memprihatinkan, Buang Uang 2 Miliar

GARUT, (KAPOL).- Lapang sepak bola Jayaraga yang merupakan kebanggan masyarakat Kabupaten Garut, kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Selain tak berumput, juga berdebu karena permukaan lapang ditutupi tanah lembut.

Tak hanya itu, dipinggiran lapang pun tumbuh ilalang, terdapat tumpukan batu-batu kecil, dan sampah berserakan.

Bahkan, kondisi Water Closet (WC) dan Mushola kotor tak terurus.

“Saya sudah tiga kali datang ke stadion Jayaraga ini. Dari dulu kondisinya seperti ini, kotor tak terurus. Apalagi lapangnya tak berumput malah sekarang lebih parah lagi karena berdebu.
Oh kalau soal rehab menghabiskan anggaran 2 miliar saya kurang tahu,” kata Yana (48) warga Bandung yang putranya main di Klub Maung Anom.

Senada diungkapkan, pencinta dan penggemar sepak bola Garut, Asep Sudrajat.

Ia menilai, perbaikan lapang Jayaraga hasil mubazir.

“Sayang sekali, lapang Jayaraga kini kondisinya semakin jelek. Meski permukaanya agak rata, tapi lapang berdebu, itu mengganggu kenyamanan para pemain di lapangan dalam memaksimalkan kemampuannya,” kata pengurus SSB Pamong Praja Garut seusai menonton pertandingan Persigar U-17 vs Perses Sumedang, (8/10/2019).

Menurut Dia, jika pelaksanaan proyek dilakukan secara maksimal, kondisi lapang Jayaraga bisa memiliki kualitas yang lebih baik.

“Pemerintah Desa di Desa/Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya saja yang menyediakan anggaran Rp 1,4 miliar bisa menjadikan lapang disana bersandar FIFA, tapi ini yang menghabiskan anggaran hampir Rp 2 miliar standar PSSI saja sepertinya masih jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Kuswendi, mengatakan, pemeliharaan lapang Jayaraga memang perlu ditingkatkan.

Untuk pemeliharaan rumput harus dilakukan penambahan alat penyiram rumput secara otomatis.

“Memang pemeliharaan itu berat, apalagi dengan anggaran yang terbatas. Kita masih perlu untuk meningkatkan anggaran.  Seharusnya tiap titik itu ada pemeliharaan untuk penyiraman rumput yang cukup, sekarang masih kurang. Terutama pada musim kemarau harus ada penyiraman otomatis,” kata Kuswendi di Kantor Dispora, Rabu (9/10/2019). (KAPOL)***

Komentar

News Feed