Libur Akhir Tahun, Kunjungan Wisata ke Pantai Turun Drastis


CIKELET, (KAPOL).- Peristiwa terjangan tsunami yang melanda wilayah Selat Sunda beberapa waktu lalu sangat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke pantai selatan di Kabupaten Garut. Bahkan, pada musim liburan akhir tahun beberapa waktu lalu, jumlah wisatawan yang datang ke pantai selatan Garut mengalami penurunan drastis.

Menurut Karsono (46), pembina karang taruna di Pantai Santolo, tak seperti biasanya pada liburan akhir tahun kemarin Pantai Santolo tak begitu banyak dikunjungi wisatawan. Padahal pada momen yang sama sebelum-sebelumnya, kawasan pantai selatan Garut terutama Santolo selalu dipadati wisatawan.

“Sangat jauh sekali dengan liburan akhir tahun sebelum-sebelumnya. Pantai santolo terlihat sepi dan lenggang pada liburan akhir tahun kemarin,” ujar Karsono yang juga berprofesi sebagai nelayan.

Pada malam menjelang pergantian tahun, katanya, memang ada sejumlah wisatawan yang menghabiskan liburan akhir tahun sekaligus menyambut kedatangan tahun baru di kawasan Pantai Santolo. Namun jika dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya, jumlah wisatawan terbilang sangat sedikit.

Bahkan menurut Karsono, tingkat kunjungan wisatawan ke Pantai Santolo pada libur akhir tahun ini penurunannya sangat drastis. Ia memperkirakan penurunannya mencapai sekitar 90 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu, sejak seminggu sebelum malam tahun baru, pengunjung sudah banyak berdatangan hingga mereka sulit mendapatkan penginapan yang kosong. Namun liburan akhir tahun kemarin hanya ada beberapapengunjung yang datang sehingga pasa pergantian malam tahun barupun terasa sepi,” katanya.

Terjadinya penurunan jumlah wisatawan ke Pantai Santolo itu diakui Karsono bukan hanya merugikan pemilik penginapan dan juga warung. Hal yang sama juga dialami para nelayan karena ikan hasil tangkapannya banyak yang tak terjual.

Hal yang sama tambah Karsono, juga terjadi di kawasan pantai lainnya yang ada di Garut selatan seperti Sayangheulang dan Rancabuaya. Biasanya pantai-pantai tersebut dikunjungi ribuan wisatawan pada libur akhir tahun akan tetapi kemarin hanya ada beberapa wisatawan.

Menurunnya tingkat kunjungan wisatawan ke pantai yang ada di wilayah selatan Garut menurut Karsono juga terlihat di jalan-jalan utama. Biasanya menjelang dan pascatahun baru, jalanan selalu macet akibat padatnya kendaraan milik wisatawan.

Namun, suasana seperti itu tak lagi terjadi pada musim liburan akhir tahun kemarin. Jalanan terlihat begitu sepi dan arus lalu lintas pun nampak sangat lancar.

“Dari pengahsilan parkir kendaraan yang dikelola karang taruna di kawasan Pantai Santolo saja biasanya pada libur akhir tahun mencapai hingga Rp 20 juta. Namun pada liburan akhir tahun kemarin hanya berhasil terkumpul uang Rp 2 juta,” ucap Karsono.

Diakui Karsono, dari informasi yang didapatkannya, penurunan drastyis jumlah wisatawan ke kawasan pantai selatan di Garut ini merupakan dampak tsunami yang terjadi di selat sunda beberapa waktu lalu. banyaknya korban jiwa baik di kawasan banten maupun Lampung akibat terjangan tsunami tersebut telah menimbulkan trauma bagi para wisatawan sehingga tak mau mantai.

Keluhan akan sepinya wisatawan di kawasan Pantai Santolo juga diungkapkan Ina (31). Pedagang pakaian pantai ini mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupia karena terpaksa baju yang sudah diprsiapkan sejak awal pada akhirnya dijual secara obral dengan harga sangat murah.

“Untuk penyediaan stok selama musim libur akhir tahun, saya telah belanja baju sampai Rp 36 juta. Namun karena pengunjung yang datang sangat sedikit, yang belipun hampir-hampir tak ada sehingga saya terpaksa menjualnya secara obral,” ujar Ina.(Aep Hendy S)***