oleh

Lima Desa Kawasan Sungai Citarum di Jatinangor, Diobservasi

JATINANGOR, (KAPOL).- Dalam rangka mendukung program pemerintah yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Joko widodo terkait Citarum Harum, Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor melakukan observasi di Desa Cibeusi, Selasa (5/11/2019).

Dosen Fisip Antropolgi Unpad, Drs. Asep Rachlan mengatakan sebanyak lima desa di Kecamatan Jatinangor diobservasi diantaranya Desa Hegarmanah, Sayang, Cileles, Cintamulya dan Cipacing.

“Kenapa dilakukan di lima desa itu, lantaran ada aliran sungai yang langsung masuk ke Sungai Citarum sehingga Jatinangor menjadi hulunya,” ucapnya.

Ia menambahkan, selama dua minggu mahasiswa Unpad melakukan observasi mengenai kondisi masyarakat salah satunya di Desa Cibeusi, dimana kondisi penduduk Desa Cibeusi semakin hari semakin banyak.

“Problem yang paling signifikan  yakni tentang sampah, ini bukan hanya di Jatinangor saja akan tetapi di beberapa wilayah pun sama seperti bandung dan yang lainya,” tuturnya.

Menurutnya, ketika musim kemarau panjang seperti beberapa bulan kemarin, warga Jatinangor kesulitan Air Bersih, dikarenakan begitu masifnya pembangunan diwilayah Jatinangor.

Sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan Air Bersih.

“Sementara pembangunan kos-kosan, Apartemen semakin marak dan tentu menyedot air menggunakan semi artesis sementara warga sekitar hanya menggunakan jet pam atau sumut gali otomatis pas musim kemarau warga akan kehabisan pasokan air bawah tanah,” katanya.

Sementara, salah satu peserta KKN Tematik Citarum Harum, Ratu mengatakan, selama dua minggu melakukan obervasi tentang konservasi air diwilayah Desa Cibeusi banyak hal yang menarik.

“Setelah melakukan observasi kami melakukan penyuluhan terhadap warga terkait hasil temuan, sementara dari beberapa temuan itu kami mendapati beberapa hal yakni, masih banyak tumpukan sampah dibantaran sungai,” ucapnya.

Menurutnya, tumpukan sampah tersebut  menimbulkan bau tidak sedap, serta tersumbatnya gorong-gorong yang menyebabkan air kerap meluber kejalan.

“Kami memberikan penjelasan terhadap warga jangan sampai membuang sampah kesungai karena akan mengakibatkan Airnya tidak layak pakai dan mengakibatkan banjir,” ungkapnya. (Devi Supriyadi)***

Komentar

News Feed