Lima Pernyataan Sikap KNPI Pangandaran Terhadap Aksi Teror

PANGANDARAN, (KAPOL), –Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Pangandaran bersama Pemuda Pancasila, perwakilan ormas Islam,TNI, Polri dan perwakilan masyarakat mengutuk dan mengecam aksi teror bom di tiga gereja Surabaya, Polrestabes Surabaya dan ledakan bom di Rusunawa Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018) lalu.

Mereka pun membacakan pernyataan sikap di taman Pangandaran, Selasa, (15/5/2018) malam.

Ketua PK KNPI Pangandaran, Andriana Mulya mengatakan acara tersebut dilaksanakan dengan cara pertama pawai obor dari masjid Agung Al Istiqomah ke taman depan pasar Pananjung Pangandaraan.

“Ternyata peserta yang hadir antusias saat pelaksanaan kegiatan,” ungkapnya.

Menurutnya ada lima pernyataan sikap yang dibacakan bersama yaitu:

1. Menyatakan secara tegas mengutuk dengan keras pembunuhan aparat kepolisian di Mako Brimob Depok pada tanggal 8 Mei 2018 dan serangkaian bom bunuh diri pada tanggal 13-14 Mei 2018 di Gereja Pantekosta, Jl. Arjuna, di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jl. Ngagel Madya Utara, Gereja Kristen Indonesia, JL Diponegoro, Mapolrestabes Surabaya, dan Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.

2. Menyatakan peristiwa tersebut merupakan duka yang mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia dan kepada korban serta seluruh keluarga korban.

3. Menolak segala bentuk kekerasan karena tidak sesuai dengan martabat kehiduan manusia dan bertentangan dengan ajaran manapun.

4. Seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kerjasama dengan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari bentuk-bentuk provokasi terhadap ancaman atau terror dimanapun dan dalam bentuk apapun.

5. Meminta kepada aparat penegak hukum sesegera mungkin mengusut tuntas dan bertindak tegas serta memotong mata rantai jaringan terorisme.(M. Jerry/KAPOL)***

 

Komentari