Loka POM Periksa Aneka Takjil di Alun-alun Ciamis, Satu Makanan Ditemukan Mengandung Pewarna Tekstil

CIAMIS, (KAPOL) – Loka POM di Tasikmalaya melakukan pemeriksaan dan pengawasan jajanan takjil di Alun-alun Ciamis, Senin (13/5/2019). Pemeriksaan jajanan buka puasa tersebut bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Ciamis.

Hasilnya, dari 26 aneka takjil yang dilakukan pengujian, ditemukan satu jenis makanan sekoteng berwarna merah muda yang mengandung pewarna tekstil Rhodamin B. Bahan kimia tersebut berbahaya bila dikonsumsi manusia akan menyebabkan kanker.

“Kita ambil sampling dari 26 jenis jajanan takjil yang dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya. Seperti sirup, cireng, makanan olahan dan lainnya. Kemudian langsung diuji, hasilnya jenis makanan sekoteng mengandung Rhodamin B, sifatnya ini karsinogen menyebabkan kanker,” ujar Kepala Loka POM Kota Tasikmalaya Jajat Setia Permana.

Jenis makanan sekoteng yang mengandung Rhodamin B tersebut ditemukan dari dua pedagang. Petugas dari Loka POM Tasikmalaya langsung menginformasikan hasil temuan itu ke pedagangnya. Lalu meminta supaya sekoteng merah muda tersebut ditarik dan tidak dipasarkan. Umumnya sekoteng tersebut menjadi salah satu bahan es campur.

“Tindaklanjutnya, kita lakukan pembinaan kepada pedagang tersebut dan tak boleh menjualnya lagi. Kita juga akan melakukan penelusuran asal bahan makanan tersebut, cari informasi,” katanya.

Namun pihak Loka POM akan melakukan tindakan tegas, apabila setelah diberi pembinaan dan peringatan masih membandel. Tapi pada umumnya pedagang takjil tak mengetahui kalau bahan makanan yang dijualnya mengandung bahan kimia berbahaya.

“Kan data pedagang kita catat, kalau misalkan bandel diberi peringatan jalan terakhir tentunya bisa juga upaya hukum. Tapi itu jalan terakhir,” katanya.

Loka POM Tasikmalaya akan berkeliling di 5 daerah mulai dari Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran untuk melakukan pengawasan takjil. Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Supaya jajanan takjil yang dikonsumsi aman bagi kesehatan tubuh.

“Kami melaksanakan pengawasan jajanan buka puasa atau takjil dan pengawasan pangan. Dilihat izinnya, tanggal kadaluarsa, distribusi, parcel termasuk melakukan pengujian bahan kimia berbahaya,” tuturnya.(Yogi T Nugraha)***

Diskusikan di Facebook