Lomba Desain Batik Dikritik Dekranasda

image
Hj. Lina Ruhzan

SINGAPARNA, (KAPOL),-
Lomba fashion show batik Sukapura yang digelar di lobi bawah Setda Kab. Tasikmalaya Kamis (3/9/2015) lalu menuai kritik. Kritik pedas terlontar dari Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Hj. Lina Ruhzan. Secara konsep, muatan dan tujuan acara sama sekali tidak ada masalah. Bahkan cenderung positif. Terlebih acara itu digelar dalam rangka mensosialisasikan keberadaan batik Sukapura. Hanya saja Lina menyoroti terkait banyaknya model yang mengenakan desain pakaian seksi. Terutama perempuan.

“Harusnya ini bisa lebih disesuaikan dengan visi misi Kab. Tasikmalaya yang Religius Islami. Kalau toh pun tidak berbusana muslim, ya minimal tertutup lah,” kata istri dari orang nomor satu di Kab. Tasikmalaya itu.

Memang ada banyak dipertontonkan desain batik pakaian yang bagian bawahnya jauh di atas lutut pada perhelatan lomba fashion show kemarin. Desain itu otomatis mempertontonkan bagian paha dari para model yang mengenakan desain pakaiannya. Tak sedikit pula desain pakaian yang bagian dadanya rendah dan mempertontonkan kulit ketiaknya.

“Kalau dibiarkan seolah kita sedang mendidik mereka berpakaian seperti itu. Padahal di antara peserta kan ada yang anak kecil juga,” kata Lina.

Ke depan, kata Lina, konsep perlombaan fashion show dan desain batik Sukapura ini harus diubah. Untuk tampak lebih menarik, kata Lina, tidak harus tampil dengan desain pakaian seksi.

“Ada banyak desainer yang memperlihatkan desain pakaian yang tertutup tapi tetap menarik untuk dipandang,” kata Lina. (Imam Mudofar)

Komentari