Lomba Mancing Beunteur, Kesenian, dan Aksi Lingkungan

image

TAWANGBANTENG, (KAPOL).-
Lebih dari 40 pemancing menjajal diri dalam ajang “Lomba Mancing Beunteur” yang diselenggarakan Sanggar Sastra Tasik, Minggu (30/8/15). Adu lihai memancing itu dipusatkan di Kp. Kubangsalawe, ds. Tawangbanteng, Kec. Sukaratu, Kab. Tasikmalaya.

Uniknya, ajang itu dimeriahkan berbagai macam kesenian, dari mulai tari tradisi, baca puisi, dan pinton wewesén lain.

Ketua Pelaksana, Saeful Badar menuturkan, acara ini tidak hanya bagaimana peserta mendapatkan ikan beunteur, tetapi selain mengakomodir pecinta mancing, acara ini juga berutujuan akan banyaknya temuan-temuan yang berkaitan dengan persoalan lingkungan hidup.

“Misal, biasanya suka ada yang mengambil ikan dengan cara di setrum dan dengan cara itu kita pikir populasi ikan akan cepat habis, jika populasi ikan habis maka kotoran-kotoran dalam air itu tidak ada yang mengurai bahkan menjadi ancaman bagi masyarakat akan habisnya pasokan air bersih,” ujar Badar.

Badar menambahkan, lomba memancing beunteur ternyata bisa dikemas dengan menampilkan berbagai seni budaya dan seni tradisi yang ternyata bisa menjadi tontonan yang menarik.

“Sebetulnya lomba memancing hanya pintu awal untul menggelorakan kegiatan budaya yang lebih umum di antaranya dengan memberikan sentuhan-sentuhan pentas seni atau peristiwa budaya,” kata Badar. (Erbe)

Komentari