Longsor, Jalur Cisewu Tertutup Batu dan Tanah

CISEWU, (KAPOL).-Musim penghujan baru beberapa hari melanda wilayah Kabupaten Garut. Namun hal ini telah menimbulkan dampak bencana terjadi di sejumlah titik.

Di wilayah Kecamatan Cisewu, tepatnya di kawasan Kampung Limus Tiga, RT 03 RW 05, Desa Sukajaya, ,misalnya. Jumat (9/11/2018) telah terjadi longsor yang disebabkan guyuran hujan deras. 

Material longsoran yang terdiri dari tanah dan batu-batu besar telah menutup sebagian badan jalan provinsi sehingga sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB memang telah terjadi longsor di kawasan Kampung Limus Tiga, RT 03 RW 05, Desa Sukajaya. Tebing yang ada di atas jalan provinsi di kawasan tersebut ambrol pasca diguyur hujan deras yang terjadi Kamis dan Jumat,” ujar Komandan Koramil (Danramil) Cisewu, Lettu Hariyanto, Jumat (9/11/2018).

Dikatakannya, material longsoran berupa tanah dan batu-batu besar telah menutup sebagian badan jalan yang menyebabkan arus lalu lintas sempat terganggu.

Namun berkat kerjasama antara unsur Muspika serta masyarakat setempat, tak lama kemudian
material yang menutupi badan jalan berhasil dibersihkan.

Menurut Hariyanto, jalan provinsi yang sempat tertutup itu adalah jalur yang menghubungkan wilayah Garut selatan dengan Kabupaten Bandung via Pengalengan.

Jalur tersebut setiap harinya cukup banyak dilintasi kendaraan dari dua arah sehingga jika material longsoran tak segera diisngkiran dari badan jalan, tentu akan sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Hujan dengan intensitas tinggi dan lama sebelumnya mengguyur wilayah kami dari
Kamis siang hingga Jumat dinihari. Ini yang memicu terjadinya longsor yang menutup
badan jalan,” katanya.

Tebing yang longsor, tutur Hariyanto, terdapat tepat di bagian atas jalan dengan ketinggian mencapai sekitar 30 meter. Untuk beberapa jam, jalanpun hanya bisa dilalui oleh kendaraan dari satu arah akibat tertutup tanah dan bebatuan berukuran besar. Ketebalan material longsoran yang menutup badan jalan mencapai sekitar dua
meter.

“Begitu mendapat laporan, kita langsung terjunkan anggota ke lokasi untuk menyingkirkan material longsoran dari badan jalan. Selain anggota TNI, ada juga anggota Polsek dan masyarakat yang juga membantu upaya pembersihan jalan dari material longsoran,” ucap Hariyanto.

Wilayah Kecamatan Cisewu menurut Hariyanto merupakan wilayah rawan bencana longsor dan pergerakan tanah pada musim hujan seperti sekarang ini. Hal ini dikarenakan kondisi geografis wilayah yang berbukit dengan kondisi tanah yang labil.

Oleh karena itu Hariyanto mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan
kewaspadaan terutama ketika terjadi hujan.

Himbauan juga disampaikan kepada para
pengguna jalan mengingat hampir sepanjang jalur di daerah tersebut yang bertebing.(Aep Hendy S)***

Komentari