Mahasiswa Turun ke Jalan Protes Perjalanan ke Bali

image

INDIHIANG, (KAPOL).-
Mahasiswa yang melanjutkan aksinya setelah melakukan aksi di Balai Kota Tasikmalaya, kembali bersitegang dengan aparat. Pasalnya puluhan mahasiswa itu menyisir kantor dewan untuk menemui ketua dewan.

Setelah berhasil dihalau petugas massa semakin beringas dan memblokir jalan utama tepat di depan gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

“Apabila tuntutan kami tidak dipenuhi, kami meminta wali kota mundur dari jabatannya karena dianggap gagal menjalankan roda pemerintahan. Yang kebih mirisnya lagi, pelesiran ke Bali itu di setujui oleh Wali Kota dan Wakil Walikita Tasikmalaya. Padahal itu jelas menghambur-hamburkan uang negara ratusan juta rupiah. Menurut informasi ada sekitar 65 pejabat yang pelesiran. Berapa ratus juta uang dihambur-hamburkan untuk kepentingan yang tidak jelas,” ujar Koordinator aksi Hafidulloh, disela-sela aksi, Senin (11/2/2016).

Anggota DPRD Komisi III yang menemui para pengunjuk rasa, Muslim mengatakan, pihaknya tidak mengikuti pelesir tersebut. Adapun beberapa politisi yang hadir merupakan undangan dari partainya masing-masing se-Kota Tasikmalaya.

Dari seluruh partai mengikuti komunikasi politik yang digelar oleh Kesbangpol Kota Tasikmalaya di Kabupaten Badung Bali di antaranya Ketua, Sekretaris, dan Bendahara partai masing-masing.

“Memang melekat, tetapi bukan kapasitas kami sebagai anggota DPRD saat itu tapi perwakilan partai,” katanya.

Disinggung jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk perjalanan partai selama di Bali dari tanggak 5 sampai 7 April itu, dirinya mengaku tidak mengetahui berapa anggaran yang dikeluarkan. Sebab yang mempunyai hajat itu adalah Kesbangpol.

Sementara massa aksi sempat mendobrak pintu masuk ruang rapat paripurna sebab di ruangan tersebut tengah berlangsung rapat dewan. Namun lagi-lagi pendemo dihalau petugas dan kembali keluar gedung dewan kemudian massa aksi membubarkan diri. (Erwin Widyagiri)

Komentari