Masuki Bulan Rajab, Harga Sayuran Merangkak Naik

CIKURUBUK, (KAPOL),-Memasuki Bulan Rojab 1440 H, harga sebagian komoditas sayuran dipasaran mulai mengalami kenaikan. Meningkatnya permintaan oleh konsumen terhadap beberapa komoditas sayuran seiring dengan datangnya Bulan Rojab serta berkurangnya pasokan akibat curah hujan masih tinggi di beberapa daerah penghasil sayuran, mengakibatkan beberapa harga sayuran di pasaran mengalami kenaikan.

Kenaikan harga komoditas sayuran tersebut, terjadi hampir disemua pasar tradisional yang ada di Kota Tasikmalaya. Walaupun belum semua mengalami kenaikan harga, namun sebagian besar komoditas sayuran, kini harganya cenderung naik.

Berdasarkan pantauan “KP” di pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Jumat (8/3/2019), jenis sayuran yang kini mengalami kenaikan tertinggi masih terjadi pada harga sayuran jenis cebe-cabean.

Saat ini harga cabe yang dijual dengan harga tinggi adalah jenis cabe merah seperti cabe merah tw, cabe merah lokal dan cabe merah keriting. Harga cabe merah tw kini dijual Rp 40.000 per kg, cabe merah lokal Rp 35.000 per kg dan cebe merah keriting Rp 25.000 per kg.

Sedangkan untuk jenis cabe rawit khususnya jenis domba masih dijual dengan angka Rp 20.000 per Kg. Cabe rawit bungbulang Rp 18.000 perkg, dan cabe rawit japlak hijau Rp 15.000 per kg.

Jenis sayuran lain yang saat ini harganya juga mengalami kenaikan yaitu kentang, bawang daun, wortel dan buncis. kentang yang biasa dijual Rp 12.000 per Kg naik menjadi Rp 14.000 per Kg. Bawang daun kini dijual Rp 7000 per kg. wortel yang biasanya dijual dengan harga Rp 5000 per kg kini naik menjadi Rp 7000 per Kg dan buncis yang biasanya Rp 5000 diki Rp 7.000 per Kg.

Ny. Ade, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Cikurubuk mengatakan, naik turunnya harga-harga sayuran biasanya dipengaruhi oleh banyaknya kebutuhan serta terbatasnya pasokan. “Jika permintaan banyak harga sayuran pasti naik termasuk jika pasokan kurang harga-pun pasti naik,” kata Ade.

Untuk kenaikan sekarang ungkap Ny.Ade, kecenderungan terjadinya kenaikan harga sayuran lebih cenderung dikarenakan permintaan mengalami peningkatan seiring dengan masuknya Bulan Rojab dimana banyaknya masyarakat yang melakukan hajatan khususnya pernikahan.

“Sementara itu untuk pasokan sendiri hingga saat ini masih dinyatakan normal, walaupun sedikit berkurang karena musim hujan .

Kenaikan harga yang juga terjadi saat memasuki Bulan Rojab terjadi pada harga telur dan harga daging ayam sayur.Menurut para pedagang, sejak satu minggu terakhir harga telur ayam mulai mengalami kenaikan.

Harga telur ayam yang semula dijual Rp 21.000 kini naik menjadi Rp 22.200 per Kg. Harga ayam sayur (Ayam Boeler), juga terus mengalami kenaikan dimana saat ini harganya rata-rata dijual Rp 40.000 per kg. Padahal saat normal harga ayam sayur rata-rata dijual Rp 38.500 per kg.

Sementara untuk harga daging sapi di pasar Cuikurubuk, hingga saat ini (kemarin red) belum memmperlihatkan adanya tanda-tanda penurunan harga atau masih dijual dengan harga cukup tinggi. Para pedagang daging sapi di pasaran masih menjualnya dengan harga antara Rp 110.000 hingga Rp 115.000 per Kg.(Asep MS)***

Diskusikan di Facebook