All for Joomla All for Webmasters
IKLAN
SOSIAL

Menaker Perketat Aturan TKA

MANONJAYA, (KAPOL) –
Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tertanggal 29 Juni 2015, persyaratan penggunaan tenaga kerja asing bagi perusahaan dan lembaga pemberi kerja, baik entitas nasional maupun internasional.

Salah satunya adalah pemberi kerja wajib mempekerjakan minimal 10 warga negara Indonesia untuk setiap satu orang asing yang dipekerjakannya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI, Hanif Dhakiri kepada Kapol usai menghadiri undangan pesta pernikahan Putra Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, KH. Abadul Ajiz Affandi di komplek Pesantren Miftahul Huda, Jum’at (7/8/2015) malam.

“Pemberi kerja TKA (Tenaga Kerja Asing, red) yang mempekerjakan TKA di Indonesia sebagai pemandu, harus mempekerjakan TKI (Tenaga Kerja Indonesia, red) sebanyak sepuluh. Jadi perbandingannya 1:10,” ujar Hanif.

Selanjutnya, Hanif mengatakan persyaratan tersebut tidak berlaku bagi tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja sebagai direksi atau komisaris perusahaan. Pengecualian juga diberikan bagi ekspatriat yang pekerjaannya bersifat darurat, sementara dan untuk usaha jasa hiburan dan rekreasi (impresariat).

“Pemberi kerja TKA yang berbentuk persekutuan perdata, persekutuan firma (Fa), persekutuan komanditer (CV), usaha bersama/associate (UB-), usaha dagang (UD), dan koperasi dilarang mempekerjakan TKA kecuali diatur dalam undang-undang,” ujar Hanif.

Peraturan tersebut, kata Hanif, sengaja diambil sebagai bentuk antisipasi yang dilakukan oleh Pemerintah RI dalam rangka menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean, red) Desember 2015 mendatang.

Selain memperketat TKA, kata Hanif, pihaknya juga melakukan program untuk meningkatkan kualitas SDM tenaga kerja asli Indonesia. Peningkatan kualitas SDM itu berlaku bagi tenaga kerja yang sudah bekerja atau bagi mereka yang baru akan bekerja.

“Kita berikan sertifikasi tenaga kerja khusus di setiap bidang pekerjaan. Sertifikasi itu bisa menjadi bukti bahwa kualitas SDM tenaga kerja kita layak bersaing dengan TKA,” imbuh Hanif.

Dengan demikian, kata Hanif, tenaga kerja asli Indonesia tidak perlu khawatir akan terpinggirkan dengan kedatangan TKA dari negara lain.

Hanif pun mengimbau kepada seluruh tenaga kerja asli Indonesia untuk terus mengupgrade kamampuan di bidang pekerjaan yang akan mereka tekuni. (Imam Mudofar)

Komentari

IKLAN
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih Penanggungjawab/Pemimpin Redaksi: Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Komunikasi Bisnis, Promosi, dan Iklan : Nova Soraya
Wartawan : Ibnu Bukhari, Erwin Widyagiri (Kota Tasikmalaya); Imam Mudofar, Aris M. Fitrian (Kabupaten Tasikmalaya); Ai Setiadi (Tasik Selatan); Jujang (Kabupaten Ciamis); A. Hendy, Dindin Herdiana (Kabupaten Garut); Agus Kusnadi, M. Jerry (Kabupaten Pangandaran); Azis Abdullah, Nanang Sutisna (Kabupaten Sumedang);

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

Atas