IKLAN
POLITIKA

Meneroka Visi Jihad

PANGANDARAN, (KAPOL).-
Tempo hari KAPOL menyambangi kediaman Calon Bupati, Jeje Wiradinata di Pantai Timur Pangandaran.

KAPOL menggali lebih dalam Visi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata dan Adang Hadari bahwa Kabupaten Pangandaran harus menjadi daerah wisata tujuan dunia. Bisakah Pangandaran menjangkau dunia?

“Tentu sangat bisa,” kata Jeje meyakinkan.

Menurut Jeje, merumuskan Visi Mewujudkan Kabupaten Pangandaran Sebagai Daerah Wisata Tujuan Dunia, hasil pertimbangan panjang dari diskusi yang cukup lama.

Kabupaten Pangandaran daerah pariwisata yang memiliki segala potensi wisata alam, budaya dan kuliner yang tak dimiliki Kabupaten lain.

Dari sanalah, Jihad memilih visi tersebut karena Kabupaten Pangandaran sangat memungkinkan menjadi kawasan wisata dunia di Indonesia.

“Kita memiliki panjang pantai sampai 91 kilometer. Terbentang dari Kalipucang sampai Legok Jawa Cimerak. Punya wisata sungai (green canyon, citumang) dan gunung yang tidak dimiliki daerah lain. Ditambah kesenian badud, ronggeng gunung dan kuliner khas, pindang gunung,” ujarnya.

Itu semua tak jauh beda dengan apa yang dimiliki Bali, tinggal ada suatu pola kebijakan pemerintah dan pemimpin kuat menuju arah sana.

“Apa sih yang beda dengan Bali ?. Potensi kita sama.Kita juga sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata nasional. Di Jawa Barat hanya satu yaitu Pangandaran. Semua pra syarat ini sudah kita punyai seluruhnya,” ucap Jeje.

“Lantas tinggal apa. Kita tinggal memiliki suatu pola kebijakan daerah pemerintah yang menjadikan daerah ini sebagai daerah wisata kelas dunia,” ujarnya lagi.

Kemudian, timbul pertanyaan bagaimana mewujudkan itu semua? Jeje menegaskan menuju Kabupaten Pangandaran sebagai daerah wisata tujuan dunia harus diawali dengan pentaan tata ruang, menghubungkan kawasan wisata satu dengan lainnya, serta perubahan cara berpikir dan kultur masyarakat.

“Saya tempo hari ke Kinabalu Malaysia dan Bali. Tak ada yang beda dengan di kita (Pangandaran). Malah mereka tidak memiliki sunset sunrise, tapi kenapa dibanjiri wisatawan. Ini berarti ada pola kebijakan yang harus diubah, termasuk kultur masyarakat kita agar wisatawan merasa aman, nyaman, indah sehingga mau buang uang di sini,” kata dia.

Bagi Jeje, prasyarat menuju wisata dunia sudah dimiliki Kabupaten Pangandaran. Tinggal keberanian melakukan penataan seperti pada PKL yang tidak dibinasakan tapi dibina dan diberdayakan. Membangun kultur juga harus diutamakan karena dengan kulturlah, masyarakat akan sama-sama dengan Pemerintah membangun Pangandaran.

“Contoh kecil bagaimana membuang sampah. Kalau hal kecil sudah beres, kita sudah menunjukkan parameter dunia, yang setelah itu baru kita promosi,” tuturnya.

Jeje pun memiliki mimpi bagaimana ada jalur transportasi udara dari Bali ke Pangandaran, Jakarta ke Pangandaran secara cepat, karena diakui jarak tempu dari Jakarta ke Pangandaran bisa memakan waktu delapam sampai sepuluh jam.
Untuk itu, kalau dua hal bersatu (membangun kultur dan pemerintahan kuat), Pangandaran akan menjadi tujuan wisata dunia.

“Waktu kecil banyak sekali bule di Pantai Pangandaran. Sekarang pindah ke Batukaras. Berarti ada kultur yang harus dibenahi agar bule-bule nyaman di Pangandaran,” katanya. (Jani Noor)

Komentari

IKLAN

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih Penanggungjawab: AS Wibowo
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Nova Soraya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Wartawan : Imam Mudofar, Azis Abdullah, Ibnu Bukhari, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top