Mengenal Aziz, Seniman Muda Pembuat Karinding Dari Kab. Tasik

SARIWANGI, (KAPOL).- Karinding. Alat musik tradisional yang terbuat dari bambu ini jadi salah satu warisan Budaya Sunda. Namun sayang, alat musik yang dimainkan dengan cara diletakkan di mulut dan dipukul-pukul kecil menggunakan jari tangan ini kalah populer dengan alat-alat musik lainnya.

Berbekal kegelisahan ingin menjaga salah satu penjaga peninggalan Seni Budaya Sunda, seorang seniman muda di Kampung Cipaku Desa Sukamulih, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya termotivasi untuk membuat Karinding dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Dia adalah Abdul Aziz Zarkasih. Pria kelahiran Tasikmalaya 29 April 1997 ini sejak tahun 2013 lalu mulai menuangkan kegelisahannya untuk memproduksi dan memperkenalkan Karinding ke tengah-tengah masyarakat.

“Saya belajar membuat Karinding secara otodidak. Saya gelisah karena banyak anak muda yang mulai meninggalkan seni tradisional warisan para leluhur kita,” kata Aziz, Rabu (17/1/2018).

Berbekal alat bantu sederhana berupa pisau, tangan Aziz tampak piawai mengukir bambu yang sudah dipotongnya kecil-kecil. Potongan bambu itu lantas diraut disesuaikan bentuk pakemnya untuk dijadikan Karinding.

“Dulu saya termotivasi waktu melihat ada seorang seniman memainkan alat musik ini. Ternyata menarik,” kata Aziz.

Sejak saat itulah, kata Aziz, dirinya termotivasi untuk membuat Karinding dan memperkenalkannya kepada masyarakat. Ia pun konsisten membuat Karinding. Tak terhitung sudah berapa banyak Karinding yang dia buat.

“Ada kebanggaan tersendiri buat saya saat Karinding buatan saya dimainkan oleh orang lain,” kata Aziz.

Aziz pun mengaku tidak akan lelah untuk terus membuat Karinding dan memperkenalkan Karinding kepada masyarakat luas. Terlebih, kata Aziz, masih banyak masyarakat Sunda dan Jawa Barat yang belum mengenal Karinding. (Imam Mudofar)***

Komentari