Menilai Dodol Garut Cepat Bulukan, Harus Dibarengi Argumen Kuat

GARUT, (KAPOL).- Anggota Komisi X DPR-RI Ferdiansyah menekankan agar dunia makanan produk lokal khususnya di Garut, harus mengikuti prosedur-prosedur yang telah ditentukan.

Seperti, dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun pihak lainnya.

Jadi kalau ada pernyataan yang merugikan atau seperti yang diungkapkan Menteri Perdagangan, yang menyebutkan dodol Garut cepat bulukan karena menggunakan gula lokal, maka bagian bagian (Dinkes, BPOM)
harus bisa ikut menyanggahnya.

“Kalau semua prosedur itu sudah dilalui, lalu ada kesalahan atau mis yang terjadi disini. Maka bagian bagian yang telah melalui prosedur tadi harus ikut menyanggahnya untuk meluruskan penilaian tadi,” ujar Ferdiansyah.

Ia menuturkan, kalau memang benar telah mengikuti prosedur maka pihak yang dirugikan itu harus langsung menyanggahnya.

“Makanya produk itu harus
di cek dulu waktu terlama produk itu harus dimakan dan kapan batas waktunya,” ucapnya.

Terkait pernyataan Menteri Perdagangan RI, Eggartiasto Lukita yang menyebutkan dodol Garut cepat bulukan karena menggunakan gula lokal.

Ferdiansyah menyebutkan, pernyataan itu harus diiringi dengan argumen yang kuat.

“Argumen yang kuat itu apa dasarnya, apa buktinya. Jangan jangan ketika di cek mungkin ada dodol yang ditemukan memang sudah bulukan, karena mungkin benar dodol itu sudah terlalu lama di produksi. Kita juga kan nggak tahu kapan dodol itu di produksi. Jangan jangan di prosuksinya tahun 2016 lalu,” katanya bergurau.

Oleh karena itu, lanjut dia, pernyataan Mendag itu harus dibuktikan dengan argumen yang kuat.

“Ya dong, dari mana dasarnya beliau menilai seperti itu. Mana buktinya, Ya kan,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, pengusaha dodol di Garut sangat menyesalkan statemen Mendag RI, Enggartiasto Lukita, yang menyebutkan dodol Garut cepat bulukan karena menggunakan gula lokal.

Mereka menilai ucapan Lukita yang dimuat di salah satu media on-line itu, tidak mendasar.

Karena sejak dulu para pengusaha dodol Garut menggunakan bahan baku asli Indonesia (Lokal).

Pengusaha Dodol Garut Picnic, H. Ato Hermanto, mengatakan, anggapan Mendag mengenai jeleknya kualitas gula lokal untuk bahan baku dodol Garut dinilai keliru. Ia menyebutkan, justru memakai gula lokal kualitasnya lebih bagus ketimbang gula impor.

“Justru menggunakan gula impor
untuk bahan baku dodol kualitasnya gak bagus. Pake gula rafinasi impor hanya tahan tiga bulan, tetapi pake gula lokal justru lebih lama daya tahannya lima sampai enam bulan, tanpa pengawet,” kata Ato Hermanto. (Dindin Herdiana)***

Diskusikan di Facebook