Menteri Rini, Nasabah Mekar Harus Lebih Sejahtera

TASIKMALAYA, (KAPOL).-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, mengaku bangga pada ratusan masyarakat nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM di Kecamatan Karangnungal, Kabupaten Tasikmalaya.

Hal itu diungkapkan Rini ketika menyempatkan diri meninjau kegiatan pelatihan menjahit ibu-ibu PNM yang berasal dari 5 desa di kecamatan tersebut, Kamis (12/7/2018).

“Sinergi usaha seperti ini tentu memberikan manfaat bagi ibu-ibu nasabah terutama mampu mendorong peningkatan pendapatan bagi nasabah. Ini menjadi sebuah percontohan bagus bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia, bagaimana kita terus mendorong agar nasabah bisa naik kelas untuk lebih sejahtera,” ujar Rini.

Hadir pula dalam kesempatan ini, Direktur Utama PT PNM (Persero) Arief Mulyadi, Plt. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Utama PLN Sopyan Basir, Direktur Utama BRI Suprajarto, dan sejumlah direktur umum BUMN lainnya.

Diketahui, PNM melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha atau PKU memberikan pelatihan menjahit kepada 200 nasabah Mekaar yang berada dari Desa Karangnunggal, Desa Cikukulu, Desa Ciawitali, Desa Cikupa, dan Desa Cibatu.

Pelatihan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru dalam menjahit, sehingga para nasabah dapat meningkatkan kapasitas usaha atau naik kelas.

Nasabah yang sebelumnya mahir menjahit dan belum memiliki keterampilan menjahit diberikan pelatihan guna mendapatkan ilmu teknik menjahit yang benar agar dapat menghasilkan produk dengan kualitas terbaik.

PNM mensinergikan nasabah yang berasal dari 2 program unggulannya, yaitu Mekaar dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). Nasabah ULaMM di Karangunggul yang sebagaian besar merupakan pengusaha konveksi akan berkerjasama dengan nasabah Mekaar yang merupakan perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

Melalui sinergi ini, Nasabah Mekaar dapat membuka usaha menjahit yang handal sehingga dapat menjadi rekan dari pengusaha konveksi besar yang merupakan nasabah ULuaMM. PNM memberikan pendampingan dan membangun sistem kerjasama yang berkelanjutan sehingga dapat mensejahterakan nasabah.

Dalam kesempatan ini, dua BUMN yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara juga bersinergi memberikan bantuan berupa 20 mesin jahit kepada nasabah Mekaar berprestasi yang ikut terlibat dalam program ini.

Menteri Rini juga mengapresiasi BUMN-BUMN yang terus bersinergi memberikan dukungan bagi peningkatan ekonomi kerakyatan khususnya bagi nasabah Mekaar dan masyarakat sekitar yang terlibat dalam program ini.

Sementara itu, Direktur Utama PT PNM (Persero), Arief Mulyadi menambahkan, PNM melalui program PKU akan terus berinovasi menciptakan program sinergi nasabah yang dapat meningkatkan kelas usaha binaan kami.

Sinergi nasabah ini menjadi upaya kami dalam membangun sistem kerjasama antara pengusaha ultra mikro (UMi) dan pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Pengusaha besar kerap memerlukan kerjasama dengan usaha yang lebih kecil untuk menjadi pendukung usahanya. Begitu pula dengan pengusaha mikro yang membutuhkan proyek usaha dari pengusaha besar. Disini PNM hadir untuk mengisi kesenjangan itu, dengan memperkenalkan dan membangun kerjasama usaha antar nasabah. PNM turut aktif dengan memberikan pendampingan dan pelatihan”, tambah Arief Mulyadi.

PNM mencatat, hingga Juni 2018, jumlah nasabah Mekaar tercatat sebanyak 3.140.000 nasabah, yang tersebar di berbagai wilayah di tanah air. Di Provinsi Jawa Barat sendiri, jumlah nasabah Mekaar tercatat sebanyak 695.243 dengan mayoritas usaha pertanian dan perdagangan. (Aris Mohamad F)***

Komentari