IKLAN
EKBIS

Menyeruput Peluang Ngopi di Tasik

IMG-20160412-WA0008

TASIKMALAYA, (KAPOL).-
Perkembangan usaha berbau kopi yang kian menjamur mulai dari yang berkonsep tradisional seperti kedai kopi, warung kopi, hingga juga mengusung gaya modern missal cafe dan coffee shop di berbagai daerah, seakan membuktikan jika bisnis satu ini patut diperhitungkan. Sebab, tak hanya sekadar tren sesaat, kini di tengah persaingan pasar yang ramai, nyatanya ceruk peluang dari usaha kopi tetap saja mewangi.

Salah satu pemain di lini ini, Ginanjar Karta Admaja membenarkan hal tersebut. Setahun lalu, pria ini mengawali peruntungan hobi ngopinya menjadi sebuah lahan usaha, dengan membuka kedai bernama Gin’s Coffee.

“Saat itu sentimen pasarnya sudah mulai positif, tapi memang belum sepositif hari ini, dimana antara minat konsumen dan pelaku usaha sama-sama tinggi,” aku Ginanjar yang dijumpai di sela kegiatan #ngopiditasik Goes to Campus, Selasa (12/4/2016).

Menurutnya, yang paling menggiurkan dari usaha kopi dan patut dilirik tidak lain karena kentalnya budaya ngopi di masyarakat. “Bisa dibilang usaha ini sangat abadi, toh sejak jaman dulu tidak terpengaruh oleh tren, mungkin hanya dari konsep dan jenis saja sekarang sudah semakin tergali,” ujar dia.

Terlebih dari bahan baku produksi pun, industri kopi terbilang tidak pernah mengalami fluktuasi harga yang signifikan. Namun tetap, untuk lebih mencari aman, dia pun lebih memilih menggunakan biji kopi lokal. “Kalau yang agak beratnya itu ada di peralatannya saja, untuk membuka usaha ini. Tapi dengan alat seadanya pun atau kita seduh manual tetap bisa, tinggal sesuaikan dengan konsep bisnisnya” imbuhnya.

Ngopi di Tasik

Di Kota Tasikmalaya sendiri kini telah bermunculan puluhan usaha yang menjajakan berbagai racikan kopi, baik sebagai konsep utama ataupun hanya menu pelengkap. Salah satu yang juga bergelut di lini tersebut, Adel Gian, menuturkan jika meski demikian, umumnya setiap kedai atau coffee shop memiliki ciri khas masing-masing.

“Karena ketika berbicara kopi, tentu saja itu kembali ke selera. Ada yang lebih menyukai rasa pahit yang pekat, atau cenderung manis, bahkan sedikit asam. Maka itu, memang kehadiran banyak dari pemain kopi ini juga sekaligus menguntungkan konsumen, mereka bisa lebih menyesuaikan yang betul cocok dengannya,” papar pria yang juga koordinator #ngopiditasik ini.

Di sisi lain, sebagai penghasil kopi terbesar di dunia, maka jelas saja usaha atau industri satu ini semestinya tumbuh subur. Namun, pecinta kopi sekaligus Koordinator #NgopiDiTasik, Adel Gian menuturkan jika konsumsi kopi di tengah masyarakat masih didominasi dengan kopi sachet-an.

“Makanya jangan heran, tahapan ngopi di kita itu hanya sebatas minum saja. Belum sampai kepada menikmati kopi itu sendiri,” imbuhnya.

Untuk lebih mengenalkan berbagai varietas kopi beserta manfaatnya, gerakan yang terdiri dari para owner, pelaku, sampai pecinta kopi ini, mencoba terjun langsung. Masyarakat yang kali ini disasar dari kalangan muda bisa melihat langsung berbagai bahan baku, alat, hingga didemokan juga proses pembuatan.

Goal kita lebih kepada mereka tidak hanya sekadar minum kopi, tapi juga tahu itu asalnya darimana, kualitas seperti apa, sehat atau tidaknya,” tambah Adel. Maka itu, mereka yang berniat mencicipi kopi pun kali itu tidak dipatok harga, alias bayar seikhlasnya saja. Di hari pertamanya saja kegiatan yang bekerjasama dengan Himatansi FE Unsil bersama belasan pelaku kopi, setidaknya telah menghabiskan lebih dari 150 cup. (Astri Puspitasari)***

Komentari

IKLAN
IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Nova Soraya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Wartawan : Imam Mudofar, Azis Abdullah, Ibnu Bukhari, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top