Merasa Dirugikan Specimen, Caleg Dilaporkan ke Bawaslu

TANJUNGJAYA, (KAPOL).-Specimen surat suara harusnya dibuat tanpa harus merugikan satu sama lain calon anggota legislatif (caleg). Jika dibuat asal-asalan dan tanpa aturan, maka tentu bakal menimbulkan konflik horizontal antara caleg. Hal inipun terjadi di Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya yang masuk dalam daerah pemilihan 1.

Di mana caleg yang merasa dirugikan dengan beredarnya specimen surat suara yang dibuat caleg lainnya, melaporkan ke Panwaslu Kecamatan. Hal itu karena keberadaan alat peraga yang dipakai caleg itu dianggap telah merugikan dirinya dan caleg-caleg lain yang ikut dalam kontestasi politik pemilu 2019. Pasalnya kolom-kolom nama caleg lain yang semestinya di kosongkan atau diisi calon anggota legislatif, ini malah ditulis nama-nama lain secara acak.

Setelah dilaporkan ke Panwaslu Kecamatan Tanjungjaya, kasus ini kemudian masuk ke tingkat Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya. Meski persoalan tersebut berakhir damai (islah), setelah dimediasi Bawaslu, akan tetapi kasus semacam ini diharapkan menjadi pelajaran kedepannya agar bisa saling menghargai dan menghormati caleg-caleg lainnya.

“Tim kami menemukan specimen surat suara ini. Jelas merasa dirugikan, ketika nama caleg-caleg lain, termasuk nama saya diganti oleh nama lain yang tidak masuk dalam DCT (daftar calon tetap),” jelas Yudi Zulkarnaen, caleg dari PDI Perjuangan dapil 1.

Yudi melaporkan temuan tersebut karena merugikan dirinya. Bahkan kalau dirunut lebih panjang, kerugian juga bisa berdampak pada partainya, hingga caleg-caleg di partai lainnya sebeb namanya telah diganti oleh nama caleg yang tidak tertera di DCT. Ia meminta, agar yang membuat dan menyebarkan specimen surat suara ini menarik kembali seluruh specimen yang teleh tersebar.

Yakni Gofur, caleg dari Partai Gerindra yang dilaporkan Yudi ke Panwaslu Tanjungjaya. Sebab specimen ini pertama kali ditemukan di Desa Leuwibudah Kecamatan Tanjungjaya. Gofur pun mengakui kesalahannya dan siap menarik specimen yang telah dibuat oleh dia.

“Tidak ada maksud apa-apa. Sebab specimen ini dibuat untuk internal saja, tidak untuk dibagikan. Meski begitu saya siap menarik semua specemen yang telah dibuat itu,” jelas dia.

Alasan dirinya mencantumkan nama tidak sesuai DCT yakni sebuah keteledoran. Di mana hanya caleg-caleg yang dirinya kenal maka tercantum di specimen itu. Sementara caleg lain yang tidak dikenelnya ditulis secara asal dengan nama lain.

“Permasalahan awal saya terima dari tim pak Yudi. Kini mereka sudah islah, dan yang bersangkutan meminta maaf dan bakal menarik semua specimen tersebut,” jelas Dikdik, Ketua Panwaslu Kecamatan Tanjungjaya. (Aris Mohamad F)***