“Miang” Karya Nazarudin Azhar Raih Hadiah Sastra Rancage 2018

BANDUNG (KAPOL).- Judul Buku “Miang” buah karya Sastrawan Sunda Asal Tasikmalaya, Nazarudin Azhar yang diterbitkan oleh Langgam Pustaka tahun 2017 berhasil meraih Hadiah Sastra Rancage tahun 2018.

Karya sastra tersebut mengalahkan 15 karya sastra lainya termasuk karya Wahyu Wibisana dengan judul “Hiji Tanggal Nu Dipasinikeun” yang masuk nominasi.

Pengumuman Hadiah Sastra Rancage 2018 tersebut diumumkan di Perpustakaan Ajip Rosidi yang berada di Jalan Garut Kota Bandung, Rabu (31/1/2018) yang bertepatan dengan acara Milangkala atau Hari Ulang Tahun Ajip Rosidi yang ke 80 tahun.

Hadiah Sastra Rancage sendiri mulai diberikan pada tahun 1989, saat itu tidak banyak pengarang yang menggunakan bahasa ibu dalam karyanya dan Bahasa Jawa dan Sunda lah yang ada pada saat itu. Dua tahun kemudian mulai ada pengarang yang menggunakan bahasa ibunya lagi, yaitu Bali.

Untuk tahun 2018 ini, setidaknya ada enam bahasa yang masuk dalam pemilihan pemenang hadiah Rancagé, yaitu Sunda, Jawa, Bali, Lampung, Batak, dan Banjarmasin. Dan hadiah Samsudi untuk buku bacaan anak anak yang dimenangkan oleh Tetti Hodijah dengan Judul Buku “Ulin Ka Monumen”.

Tahun 2017 tercatat terbit 28 judul buku sastera Sunda, pada tahun sebelumnya ada 40 judul buku yang terbit. 28 buku yang beredar ini sebagiannya adalah karya Ajip Rosidi dan buku cetak ulang yang tidak dinilai untuk Rancage, sehingga terdapat 15 buku yang dimasukan ke dalam penilaian.

15 buku yang dinilai ini dipilih lagi sehingga tinggal dua judul buku yang masuk dalam nominasi, yaitu “Hiji Tanggal nu Dipasinikeun” karya Wahyu Wibisana dan “Miang” karya Nazarudin Azhar. Dari dua nominasi itu akhirnya dipilih satu karya yang memenangkan hadiah sastera Rancagé 2018, “Miang” karya Nazarudin Azhar  yang diterbitkan oleh Langgam Pustaka.

Miang merupakan karya sastra Nazarudin Azhar yang kelima, yang diterbitkan pada tahun 2017. Sebelumnya ada beberapa judul karya sastra yang diterbitkan.

“Ini merupakan penghargaan tertinggi dalam sastra Sunda, dan ini baru pertama kali diraih. Sebelumnya sama sekali tidak pernah menyangka akan menerima hadiah Rancage ini,” kata Nazarudin Azhar Kamis (1/2/3018).

Kang Nunu yang juga redaktur HU Kabar Priangan mengaku bersyukur karya sastranya bisa meraih hadiah Rancage di tahun 2018, karena sebelumnya tidak pernah terpikirkan untuk bisa mendapat penghargaan tertinggi di bidang Sastra Sunda tersebut. Mengingat banyak sastrawan Sunda lainya yang karya sastranya ikut dinilai termasuk karya Kang Wahyu Wibisana Sastrawan Sunda ternama.

“Miang sendiri merupakan kumpulan sajak-sajak bahasa Sunda sejak tahun 2012 sampai 2015 yang terpilih,” katanya.

Sebelumnya Sastrawan asal Tasikmalaya Acep Zamzam Noor pernah menerima hadiah Sastra Rancage. (Abdul Latif)***

Komentari