IKLAN
TEKNOLOGI

Nelayan Pangandaran Diajari Cara Mengetahui Kumpulan Ikan

Agus Kusnadi/"kapol"*

PARIGI, (KAPOL).-Hanya dengan sistem informasi kenelayanan melalui aplikasi nelayan pintar keberadaan ikan di laut bisa terdeteksi.

Untuk meningkatkan hasil tangkap ikan laut, Pusat Riset Kelautan Badan Riset Dan Sumber Daya Manusia Kelautan Dan Perikanan Kementerian Kelautan Dan Perikanan memberikan sistem informasi kenelayanan.

Puluhan nelayan di Kabupaten Pangandaran diajari sistem aplikasi nelayan pintar atau nelpin.

Kepala Bidang Teknologi Kelautan Pusat Riset Badan Riset Dan Sumber Daya Manusia KP KKP, Irfan Helmi mengatakan, Nelayan Pintar (Nelpin) merupakan aplikasi berbasis android yang dibangun dan dikembangkan sejak tahun 2015 oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan.

“Aplikasi Nelpin ini untuk mendukung nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan,” ujar Helmi usai mengimplementasikan aplikasi Nelpin kepada puluhan nelayan yang mewakili nelayan di Kab Pangandaran di aula Setda di Parigi bersama Dinas Kelautan, Perikanan Dan Ketahanan Pangan Kab Pangandaran, Rabu (15/11/2017)

Aplikasi ini, kata dia, menggabungkan berbagai informasi berbasis android, seperti informasi peta prakiraan daerah penangkapan ikan (PPDP)
informasi cuaca, informasi kesuburan perairan, dan informasi harga ikan.

Tahun 2016, kata dia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir melakukan pengembangan aplikasi ini, dengan judul Sistem Informasi Kenelayanan aplikasi Nelayan Pintar. Hanya saja ada perubahan pada beberapa fungsi informasi seperti, informasi peta prakiraan daerah penangkapan ikan (PPDP), informasi cuaca, gelombang dan angin dan informasi pelabuhan dan harga ikan serta adanya menu perkiraan BBM dan Bantuan.

“Perubahan ini mengacu pada kebutuhan nelayan dalam aktifitas kenelayanannya,” tuturnya.

Helmi menjelaskan, sumber informasi data yang terdapat pada aplikasi Nelpin bekerjasama dengan Balai Riset dan observasi laut (BROL), Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP Pusat Meteorologi Maritim, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan, Direktorat Pelabuhan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (KKP).

Hanya saja, kata Helmi, pada tahun 2017, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir berganti nama menjadi Pusat Riset Kelautan.

“Informasi yang berada diaplikasi Nelpin ini mengalami penambahan fitur dan sedikit mengalami perubahan tampilan,” ujarnya.

Sementara Aah Warto (45) nelayan asal Desa Batukaras Kec Cijulang Kab Pangandaran, mengaku baru pertama kali menggunakan aplikasi Nelpin.

“Caranya sih mudah hanya dengan memiliki kartu nelayan dan punya hp android aja, kita bisa membuka fitur dan menggunakan aplikasi Nelpin untuk mengetahui di mana lokasi kumpulan ikan, sehingga bisa memudahkan kita saat menangkap ikan di laut dengan hasil tangkap ikan yang memuaskan,” ucapnya.

Hanya saja kata Aah, dengan aplikasi Nelpin, tidak bisa mengetahui jenis ikan apa saja yang terdeteksi dalam aplikasi Nelpin tentang keberadaan kumpulan ikan tersebut.

“Soalnya jaring tangkap yang kita gunakan itu berbeda-beda. Satu jaring tidak bisa untuk menangkap semua jenis ikan. Jadi harus bawa jaring yang mana. Itu tidak dijelaskan pada aplikasi Nelpin tersebut. Cuma bisa mengetahui keberadaan kumpulan ikan saja dan lainnya,” pungkas Aah. (Agus Kusnadi)***

Komentari

IKLAN
IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih Penanggungjawab: AS Wibowo
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Nova Soraya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Wartawan : Imam Mudofar, Azis Abdullah, Ibnu Bukhari, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top