IKLAN
SOSIAL

Nilai Klaim Asuransi Bagi Yang Kecelakaan di Obyek Wisata, Naik

Agus Kusnadi/"kapol"*

PARIGI,(KAPOL).- Pihak Sarana Lindung Upaya (SLU) wilayah Bandung Jawa Barat telah menaikan nilai asuransi bagi wisatawan yang mengalami kecelakaan di kawasan obyek wisata.

Hal tersebut ditetapkan saat penandatanganan MoU oleh Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata dan disaksikan oleh Wakil Bupati, Adang Hadari serta beberapa pejabat pemerintah daerah di ruang kerja bupati di Parigi.

“Perjanjian ini untuk masa lima tahun ke depan hingga tahun 2022,” ujar, Branch Manager SLU wilayah Bandung Robert Silaen, Senin (13/11/2017).

Nilai asuransi kali ini, menurut Robert, ada kenaikan dari tahun sebelumnya dalam pengklem asuransi kecelakaan yang terjadi di kawasan obyek wisata bagi wisatawan.

Robert menjelaskan, kenaikan untuk klaim kecelakaan meninggal dunia dari 17,5 juta naik menjadi 25 juta, sedangkan untuk cacat seumur hidup akibat kecelakaan dari 17,5 juta menjadi 25 juta tergantung dari besar kecilnya cacat yang diderita korban.

“Sementara untuk korban selamat dan telah melakukan pengobatan di rumah sakit atau puskesmas yang dituju, biaya hanya ditanggung untuk pengobatannya saja maksimal sebesar 3,5 juta,” jelasnya.

Robert juga menjelaskan, pada perjanjian yang pertama, sejak Pangandaran masih menginduk ke Kab Ciamis, ada kesimpang siuran dalam kriteria pemberian asuransi kepada korban kecelakaan di obyek wisata. Dulu, kata dia, menganggap yang mendapatkan asuransi itu cuma bagi korban yang mengalami kecelakaan saat melakukan aktivitas berenangnya saja.

“Tapi pada MoU sekarang kami tegaskan yang mendapat asuransi tersebut bukan hanya bagi korban yang mengalami kecelakaan di pantai saja, tetapi di kawasan obyek wisata. Asalkan bisa menunjukan bukti pembelian tiket termasuk asuransi sebesar 500 rupiah perorang,” ujarnya.

SLU, kata Robert, menangani asuransi di lima obyek wisata di Kab Pangandaran, yakni obyek wisata pantai Pangandaran, pantai Krapyak Kalipucang, pantai Batu Hiu Parigi, pantai Batu Karas dan Green Canyon di Cijulang.

“Kami juga siap bekerjasama dengan obyek wisata yang di luar pengelolaan Pemda di Pangandaran, tapi tentunya kami harus berkoordinasi dulu dengan pihak pemda,” ujarnya.

Selain menangani asuransi, kata Robert, pihaknya juga menjadi pihak ketiga dalam penyediaan alat atau portal e-tiketing di pintu masuk obyek wisata. Karena kata dia, Pemda ingin meningkatkan PAD dengan memasang portal dan membentuk tim khusus retribusi.

“Kalo portal e-tiketing kan cuma alat, jadi tergantung SDMnya, maka dengan dibentuknya tim khusus, maka PAD dari retribusi obyek terus meningkat,” pungkasnya.

Sementara Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, sebelum dimenangkan oleh pihak SLU untuk bekerjasama dalam hal asuransi, dilakukan proses lelang yang diikuti sebanyak 4 asuransi.

“Setelah melalui proses lelang secara terbuka, maka dari 4 asuransi yang melakukan penawaran hanya SLU yang lolos dan menjadi mitra pemerintah daerah dalam hal asuransi kecelakaan di obyek wisata, apalagi ada kenaikan nilai,” ujarnya.

Jeje berharap, pelaksana ini bisa berjalan dengan baik, karena kata Jeje, pelayanan pariwisata itu bukan hanya memberikan aman dan nyaman saja kepada wisatawan, tetapi juga dalam pemberian pelayananannya juga harus ditingkatkan.

“Ibarat sedia payung sebelum hujan. Kita harus cepat dalam penanganan apabila terjadi kecelakaan terhadap pengunjung wisata,” ujar Jeje, seraya dirinya berharap, dalam pengkleman asuransi tidak dipersulit. (Agus Kusnadi)***

Komentari

IKLAN
IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih Penanggungjawab: AS Wibowo
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Nova Soraya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Wartawan : Imam Mudofar, Azis Abdullah, Ibnu Bukhari, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top