Operasi Terpadu Hari Pertama Gagal, Target Pajak Kendaraan 18 Miliar

BANJAR, (KAPOL).- UPTD Pusat Pengelolaan dan Pendapatan Daerah Provinsi Jabar Wilayah Kota Banjar menargetkan perolehan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2019 sebesar Rp 18.090.000.000.

Menurut Kepala UPTD Pusat Pengelolaan dan Pendapatan Daerah Provinsi Jabar Wilayah Kota Banjar, H. Adun Abdullah melalui Kasi Pendataan dan Penetapan, Hari Gunaris, target PKB yang sudah berhasil direalisasikan sampai tanggal 20 Juni 2019 sebesar 49,55 persen.

“Target PKB yang sudah berhasil direalisasikan sekarang ini mencapai Rp 8.963.388.900 atau sekitar 49,55 persen,” kata Hari, Senin (24/6/2019) kepada “KAPOL”.

Upacara mempercepat pencapaian target PKB tahun 2019, diakui dia, pihaknya bersama Tim Gabungan, Polres Banjar, PM dan Dishub Banjar berhasil menggelar operasi terpadu tertib kendaraan di Kota Banjar.

“Operasi terpadu triwulan kedua berhasil digelar Maret 2019 lalu. Selama dua pekan. Pekan pertama tingkat Polres. Dilanjutkan pekan keduanya tingkat Polsek,” tutur Hadi.

Menindaklajuti program rutin triwulanan, dikatakan dia, dijadwalkan operasi terpadu triwulan ketiga mulai dilaksanakan hari ini, Senin, 24 Juni 2019, sepekan kedepan.

“Hari pertama operasi terpadu gagal. Karena, terkendala ada rapat kesiapan menyambut Kapolda Jabar. Otomatis, Tim gabungan yang sudah berkumpul pun ditarik mundur,” ujar Hadi.

Pada kesempatan itu, dia mengatakan, rencana operasi terpadu hari pertama sudah dipersiapkan matang.

Tenda pun sudah dibuatnya sekitar Parungsari. Termasuk konsumsi.
Dijelaskan dia, direncanakan operasi terpadu hari kedua sekitar Pusdai Banjar, Selasa, 25 Juni 2019.

Kemudian, operasi terpadu hari ketiga di sekitar Klenteng, dekat Pasar Banjar, Rabu, 26 Juni 2019.

“Kemungkinan besar rencana operasi terpadu hari ketiga nanti dibatalkan. Karena, pada hari itu ada jadwal kedatangan Pa Kapolda Jabar ke Banjar,” ucap Hadi.

Keberadaan tenda tempat operasi terpadu di Parungsari dan berkumpulnya sejumlah anggota Tim Gabungan, sempat menarik perhatian para pengguna jalan dan warga sekitar.

“Saya sampai lama menunggu operasi itu digelar. Eh, setelah lama ditunggu batal. Otomatis rencana bayar pajak motor di lokasi itu dibatalkan,” ujar Yatno, warga Banjar.

Menurut Yatno, membayar pajak kendaraan di lokasi operasi terpadu lebih cepat, tak perlu antri panjang. Berdasarkan pengalaman, prosesnya itu hanya dalam hitungan menit saja.

Berbeda, Firdaus. Dia mengaku kaget ada tenda operasi terpadu. Banyak anggota Tim Gabungan berjajar sekitar tenda tersebut.

“AKibat surat kendaraan tak lengkap. Perjalanan pun dengan terpaksa dihentikan. Berjarak sekitar 30 meteran dari tenda operasi. Karena takut dirazia itulah,” ujar Firdaus, sambil berseloroh. Saat ini dirinya lagi boke, tak punya uang. (D.Iwan)***

Ket. Foto :
OPERASI terpadu hari pertama gagal. Tenda dan Tim Gabungan sudah berkumpul di Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kec. Purwaharja, Kota Banjar, Senin (24/6/2019).

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...