Otopsi Jenazah Panji Disaksikan Ratusan Warga

PANCATENGAH, (KAPOL).-
Meski agak sedikit terlambat, proses otopsi jenazah Panji Nurkholik (19) warga Kp Cibuntu Desa Cibuniasih Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya berjalan lancar.

Proses pembongkaran jenazah Panji baru dimulai pukul 14.00 wib, karena dokter dan tim forensik dari Polda Jabar agak terlambat datang.

Sementara ratusan warga yang ingin menyaksikan proses otopsi sudah hadir sejak pukul 08.00 wib.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma mengatakan proses otopsi berjalan lancar. Hanya dia mengakui karena perjalanan cukup jauh dan menunggu tim forensik dari Polda Jabar, proses otopsi agak terlambat.

“Tapi Alhamdulillah, semuanya bisa berjalan lancar,” ujar Kasat AKP Pribadi saat dihubungi via telepon Kamis siang (12/7/2018).

Mengenai hasil kapan akan selesai, Kasat belum bisa memastikan, semua tergantung dari tim forensik dari Polda Jabar.

“Pastinya kita tidak bisa menentukan, bisa 1 sampai 2 minggu. Tapi akan diupayakan untuk dipercepat,” katanya.

Ny. Pepi (40) yang juga uwa dari Panji Nurkholik saat dihubungi melalui hapenya Kamis malam (12/7/2018) mengatakan proses otopsi memang sedikit terlambat.

Awalnya memang direncanakan pukul 09 00 hanya karena tim forensik dari Polda Jabar terlambat datang, sehingga sampai pemakaman yang terletak di Desa Buniasih pukul 13.00 lebih.

Dengan kejadian itu tak menjadi masalah, karena proses otopsi tetap bisa dilaksanakan dengan lancar.

Dikatakan Ny. Pepi proses otopsi dimulai pukul 14.00 sampai dengan pukul 17.30 wib. “Alhamdulillah, semua bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Orang tua Panji, Beni yang sering dipanggil Mubin mengaku bersyukur proses otopsi bisa berjalan lancar. Hasilnya menurut penyidik akan diketahui antara 1-2 minggu ke depan.

Dengan proses otopsi ini, Mubin berharap bisa mengungkap kebenaran dan keadilan. Apakah meninggalnya Panji benar-benar disebabkan jatuh dan terbentur batu atau penyebab lain.

“Saya hanya ingin keadilan dan kebenaran. Masih adakah kebenaran dan keadilan untuk orang kecil seperti saya. Karena sejak pemeriksaan banyak kejanggalan,” ujar Mubin penuh harap.***

Komentari