Tertangkap Tangan Lakukan Politik Uang, Pasangan Calon Digugurkan

BANJAR, (KAPOL).- Dua pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Banjar menandatangani ” Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisisasi SARA untuk Pilkada 2018 Berintegritas” di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar, Rabu (14/2/2018).

Pernyataan yang disediakan Panwaslu Kota BAnjar ini, ditandangani langsung paslon Hj.Ade Uu Sukaesih – Nana Suryana (Asih Saenyana) dan paslon H.Maman Suryaman – Hj. Irma D Bastaman (Iman Barokah).

Selain itu, saat deklarasi itu juga ditangani Ketua Tim Pemenangan Paslon, Ketua dan Anggota Panwaslu Kota Banjar, Ketua KPU Banjar, Kapolres Banjar, Dandim 0613 Ciamis, Kajari Banjar, Ketua MUI Banjar, Ketua DMI Banjar dan Ketua FKUB Banjar.

Ketua Panwaslu Kota Banjar, Irfan Saeful Rohman, menegaskan politik uang dan politisasi SARA itu merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Berlatar itu, seharusnya paslon dan Tim Pemenangan jangan mencidrai integritas penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2018 sekarang ini.

Menurutnya, berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 73. Disebutkan, Calon dan / atau Tim Kampanye dilarang menjanjikan dan / atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelengara dan / atau pemilih.

“Janji memberi saja sudah dilarangannya. Untuk calon yang terbukti melakukan pelanggaran itu diberi sanksi administrasi pembatalan sebagai paslon oleh KPU. Kemudian, Tim Kampanye-nya disanksi pidana,” kata Irfan.

Adapun kumulatif pemberian yang termasuk kategori pelanggaran itu, dikatakan Irfan, jika diuangkan nilai barang yang diberikan kepada para pemilih itu melebihi Rp 25.000.

“Misal, jika memberikan beras 2 kg saja dengan harga beras Rp 13.000 per kg, jika diungkan nilainya itu mencapai Rp 26.000. Maka, Calon dan Tim Kampanye yang melakukan pelanggaran itu terancam disanksi sesuai ketentuaan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengharapkan kepada seluruh paslon dan tim pemenangan supaya jangan hanya berniat meraih kekuasaan saja, tetapi dituntut mampu melakukan pendidikan politik yang berintegritas.

Calon Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, saat orasi politik disela-sela acara deklarasi, menyatakan Pilkada sekarang ini semestinya adu konsep dan program. ” Banjar yang sudah kondusif jangan dirusak gara-gara Pilkada ini. Siapa pun yang melakukan perusakan bukanlah orang Banjar,” ucap Hj.Ade.

Calon walikota Banjar, H.Maman Suryaman, saat orasinya, menegaskan, dirinya sudah mampu membuktikan Banjar kondusif saat kalah Pilkada 2013 lalu sampai sekarang ini.

“Walaupun saya kalah pada Pilwalkot 2013 lalu, Banjar tetap kondusif, seperti dialami sampai sekarang ini. Terkait politik uang, paslon Iman Barokah benci, karena politik uang itu tak mendidik masyarakat,” ujarnya. (D.Iwan)***

Komentari