Pelaporan Tertulis Terduga Pro Khilafah Ditunggu BLUD RSUD Banjar

BANJAR, (KAPOL).- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar mensinyalir ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Tenaga Medis Kesehatan terduga pro hilafah.

Temuan terduga itu segera dilaporkan secara tertulis kepada Wali Kota Banjar dan Inspektorat Banjar.

Menyusul tuduhan itu, Direktur BLUD RSUD Kota Banjar, Drg Eka Lina Liandari. M.Kes., dirinya belum bisa bersikap dan bertindak jauh selama ini.

“Saat ini, kami memilih menunggu pelaporan resmi dan tertulis dulu. Tanpa menyebutkan nama secara jelas, otomatis sulit mencari dari jumlah ratusan pegawai yang ada di RSUD Banjar sekarang ini,” tutur drg.Eka, di ruang kerjanya, Kamis (4/4/2019).

Menyikapi pelaporan terduga pro hilafah yang tidak menyebutkan identitas terduganya, dikatakan dia, hal itu merupakan permasalahan berbeda dengan masalah yang dihadapi dr.TS ke Bawaslu Kota Banjar.

“Saat ini, dr.Ts sudah didampingi Pengacara IDI Banjar. Sehari-seharinya tetap bekerja seperti biasa di BLUD RSUD Banjar. Kehadirannya sangat diperlukan, karena mayoritas pasen berusia tua dan tidak ada dokter spesialis pengggantinya lagi,” ucap Drg.Eka kepada “KAPOL”.

Ditempat terpisah, Ketua PMII Kota Banjar, Irfan Ali Syahbana, mengatakan, seusai bertemu Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih di Kantor Wali Kota Banjar, Jalan Siliawangi, Senin (1/4/2019), saat ini pihaknya masih terus pengumpulan data dan bukti.

“Temuan kami masih bersipat terduga. Diantaranya, dari beberapa kali satu forum dengan beliau-beliau (tenaga medis kesehatan), enggan menyanyikan lagu indonesia raya. Kemudian kita survey beberapa akun-akun medsos mereka yang punya juga terindikasi dakwah-dakwah Islam khilafah. Bukti-bukti tersebut sedang kita kuatkan lagi sekarang ini,” ujarnya. (D.Iwan)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...