Pembangunan “Jauh” Berwawasan Lingkungan

TAWANG, (KAPOL).-Polemik pembangunan taman median jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya terus bergulir. Mulai dari keberadaan pohon sintetis, juga tanaman yang dianggap tidak efektif dalam fungsi penghijauan. 

Termasuk infrastruktur dasar perkotaan yang berwawasan lingkungan sebagai misi ketiga yang digaungkan Pemkot Tasikmalaya.
“Pohon plastik hanya enak dilihat saja.

Lalu ada bayam merah bagaimana manfaatnya terhadap lingkungan. Jadi tidak begitu mengena untuk masyarakat dan misi pemerintah yang digaung-gaungkan sebagaimana berwawasan lingkungan,” ujar Wakil Direktur DPP Solidaritas Pemuda Tunas Tasikmalaya, Myftah Farid kepada KP, Jumat (9/11/2018).

Adapun yang disampaikan konsultan perencana sebagaimana pemberitaan sebelumnya, perlu juga dianalisa apakah tidak dipahami oleh kontraktor atau ketidakmatangan dalam perencanan sehingga sulit untuk dikerjakan.

“Kita juga masih bertanya-tanya, sebaiknya ada komunikasi sehingga tidak menyalahi aturan,” katanya.

Ia menganggap, anggaran besar yang digunakan pemerintah setempat tidak berpihak kepada kaum miskin kota. Ketimbang membangun taman dengan anggaran fantastis, banyak program lain yang menyentuh masyarakat secara langsung.

“Misal pembangunan RTLH, penuntasan kemiskinan, pemenuhan lapangan pekerjaan, program penyokong pendidikan, program penyokong kesehatan. Itu pun kebanyakan intervensi dari anggaran pusat dan provinsi. Dari kota mana?,” katanya. (Inu Bukhari)***

Komentari