Pembekalan Siwaslu Terkendala Jaringan Internet

BANJAR, (KAPOL).- Siwaslu atau Sistem Pengawasan Pemilihan Umum, merupakan perangkat berbasis android yang digunakan sebagai sarana informasi dalam pengawasan proses dan hasil pemungutan dan penghitungan suara serta penetapan hasil Pemilu 2019 yang akan digelar nanti.

Bahkan, dipergunakan bagi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), diuji coba, pada kegiatan Bimtek pengawasan TPS Gelombang II, sekaligus mempelajari buku saku dan simulasi pengawasan TPS yang digelar oleh Panwascam Purwaharja, bertempat di Dapur Haji Dian, Purwaharja, Kota Banjar, Kamis, (11/04/2019).

Dikatakan Ketua Panwascam Purwaharja, Yayat Hidayat, kegiatan Bimtek yang dihadiri oleh 65 orang PTPS, mewakili tiap TPS nanti se-Kecamatan Purwaharja, kegiatannya itu dilaksanakan serentak se-Kota Banjar, bahkan se-Indonesia.

“Ya, kegiatan ini adalah serentak, membekali para pengawas nanti di TPS harus seperti apa dan bagaimana, sekaligus simulasi atau ujicoba Siwaslu,” jelasnya.

Lebih lanjut Yayat menerangkan, pengawasan melalui Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu), yaitu menyampaikan informasi hasil pemungutan dan penghitungan suara serta hasil pengawasan rekapitulasi suara berjenjang melalui sistem daring yang cepat terkonsolidasi secara nasional.

Namun disayangkan, pada kegiatan uji coba tersebut, para pengawas TPS mengalami kendala jaringan saat mengakses aplikasi tersebut.

“Kita akui ada kendala saat melakukan ujicoba aplikasi Siswaslu, karena mungkin ini dilakukan secara serentak, sehingga mengganggu jaringan dari pusat,” imbuhnya.

Atas kendala tersebut, para petugas PTPS tidak bisa menginput data identitas, sehingga tidak bisa memproses aplikasi Siwaslu dengan baik saat login.

Hal tersebut tentunya harus diantisipasi, apalagi saat pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara nanti.

Karena petugas PTPS nantinya akan melakukan pelaporan pengawasan menggunakan aplikasi mulai dari masa tenang, pendistribusian kotak suara dan surat suara, hingga pengembalian logistik ke kantor KPU lagi.

“Ini pertama kalinya kita menggunakan laporan pengawasan menggunakan aplikasi, berbeda dengan pemilu yang lalu,” ujarnya.

Yayat berharap kepada Bawaslu pusat untuk lebih mempersiapkan dan mengoptimalkan lagi server, supaya tidak ada kendala saat nanti dihari pemungutan dan penghitungan suara dalam melakukan pelaporan dari PTPS.

“Meski diakui tentunya bakal ada kendala teknis jaringan internet dilokasi nanti, maka harus dipersiapkan juga dengan baik supaya PTPS bisa dengan cepat melakukan pelaporan,” pungkasnya.
Salah satu petugas PTPS kecamatan Purwaharja, Tema mengaku ada sedikit kendala saat hendak login aplikasi Siswaslu. Dirinya berharap agar sebelum pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara harus sudah berjalan dengan baik dan lancar.

“Ya mudah-mudahan nanti mah harus lancar tidak ada masalah dan kendala apapun saat kita melakukan pelaporan, karena kalau manual agak ribet,” ungkapnya. (Agus Berrie)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...