Pembongkaran Eks Terminal Cilembang Tahap 2 Masih Dilematis

SINGAPARNA, (KAPOL)-Pemkab Tasikmalaya hingga kini mengaku kebingungan dan delematis untuk melakukan pembongkaran eks-terminal Cilembang tahap ke dua.

Pasalnya selain terbentur dengan belum adanya anggaran yang khusus untuk pembongkaran, juga beberapa bangunan eks-Cilembang masih ditempati oleh Satpol PP kota Tasikmalaya dan Yayasan Mentari Hati yang mengobati ratusan orang pengindap gangguan jiwa.

Kepala Bidang Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Rostata mengatakan, meski sempat ada wacana pembongkaran eks-terminal Cilembang bakal dilakukan pada bulan Maret 2018, akan tetapi itu belum pasti.

Mengingat hingga kini belum ada kesiapan anggaran. Pihaknya pun telah mekukan evaluasi dengan Dinas PUPR, Satpol PP, dan Kesbangpol.

“Mungkin kita belum bisa menentukan waktunya. Sebab itu tergantung dari kesiapan anggarannya, kapan diketok,” jelas Cecep, Kamis (11/1/2018).

Kedua, pihaknya masih memikirkan keberadaan Satpol PP kota Tasikmalaya yang menempati aset bangunan di sana. Secara legal formal jika Pemkot Tasikmalaya membuat perjanjian dengan Pemkab Tasikmalaya terkait pinjam pakai bangunan.

Begitu pula dengan Yayasan pengindap gangguan jiwa di sana, yang juga melakukan pinjam pakai. Setidaknya ada 174 pasien gangguan jiwa yang belum memiliki tempat relokasi jika eks-terminal Cilembang semuanya dibongkar.

Maka untuk sementara, sebelum ada keputusan pembongkaran tahap ke dua, maka pihaknya memerlukan pemikiran. Apkah kedua bangunan itu masuk dalam pembongkaran atau masih bisa menetap di sana.

Hingga kini Cecep mengatakan masih ada 96 bangunan kios yang belum dibongkar dari total luas lahan keseluruhan 2 heaktar. (Aris Mohamad F)***

Komentari