Pemilihan Ketua OSIS di SMK Cijangkar, Ala Pemilu

CIAWI, (KAPOL).-Siswa SMK Cijangkar, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya menggelar pesta demokrasi pemilihan ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS) periode 2018/2019, Selasa (6/11/2018). Luar biasanya, pemilihan yang dihelat di halaman kampus SMK Cijangkar itu berlangsung layaknya pemilihan umum.

Dalam pemilihan itu terdapat tiga pasangan kandidat, calon ketua dan sekretaris. Ketiga pasangan tersebut diantaranya, pasangan nomor urut 1 Angga DP dan Kokay R, pasangan nomor urut 2 Aldi Pabian dan Ade Rian serta pasangan nomor urut 3 Agung H dan Andini R.

Menanariknya, panitia yang merupakan para siswa dibawah Pembina OSIS, Ridwan, S.Pd mengeluarkan aturan masing-masing pasangan menggunakan pakaian jas untuk calon laki-laki dan menggunakan pakaian kebaya untuk calon perempuan dengan jilbab. Saat pemungutan suara, ketiga pasangan itu ditempatkan diatas panggung.

Adapun dalam proses pemilihan, tidak jauh berbeda dengan proses Pemilu. Panitia menyediakan tiga bilik suara dan tiga kotak suara yang di tempatkan di tengah lapangan. Toral jumlah hak pilih dalam pemilihan itu yakni sebanyak 911 suara terdiri dari 855 suara dari kelas X, XI dan XII serta 56 suara dari guru.

Sebelum melakukan pemungutan suara, pihak sekolah melalui pembina OSIS meminta pemungutan suara dilakukan secara jujur dan
Sportif serta meminta kontestan yang mengikuti pemilihan agar dapat menerima hasil penghitungan suara nantinya.

Salah seorang guru, Ai Nurlina mengatakan dalam pemilihan ketua OSIS ini sangat menarik karena mirip pada pemilihan legislatif atau pemilihan presiden. Konsep ini sengaja diterapkan oleh panitia dengan tujuan menanamkan pendidikan karakter dan mengenalkan demokrasi yang baik.

Tidak salah jika pemilihan ini, disebut sebagai miniatur pemilihan umum karena tata cara dan aturan nyaris sama seperti pemilu yang sebenarnya. Sehingga diharapkan mampu menjadi wahana belajar bagi seluruh siswa dalam menggunakan hak berdemokrasi.

“Sebelum pemungutan suara, melewati beberapa tahapan seperti masing-masing pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi misinya. Panitia pemilihan juga menyediakan atribut-atribut atau alat peraga kampanye,” ucapnya.

Dikatakan dia, pemilihan tersebut juga dapat menjadi bekal bagi para siswa, setidaknya dapat memperoleh pengetahuan bagaimana pelaksanaan pemilu dengan benar. Surat suara yang dapat dikatakan sah sendiri juga ada aturannya. Tidak sembarangan coblos. Ada juga surat suara yang dinyatakan tidak sah. Dalam penghitungan suara juga disiapkan saksi.

Dari hasil penghitungan suara, kandidat pasangan nomor 3 Agung H dan Andini R dinyatakan sebagai peraih suara terbanyak dengan jumlah 282 suara. Disusul oleh pasangan nomor urut 2, Aldi Pabian dan Ade Rian dengan meraih 254 suara. Adapun pasangan nomor urut 1, Angga DP dan Kokay R harus puas dengan meraih 164 suara.

“Hak pilih yang dinyatakan tidak menyalurkan hak pilihnya atau golput sebanyak 34 suara dan dinyatakan tidak sah sebanyak 72 suara. Atas perhitungan suara itu, pasangan Agung H dan Andini R dinyatakan sebagai pemenang dan berhak memimpin periode 2018/2019. Diharapkan bisa memimpin dengan baik dan memberikan contoh yang baik bagi teman-temannya,” ungkapnya. (Ema Rohima)***

Komentari