Pemkab Garut Persempit Ruang Gerak LGBT

KARANGPAWITAN, (KAPOL).-Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan upaya penanggulangan keberadaan atau aktivitas LGBT di Garut harus melibatkan berbagai unsur masyarakt.

Orang tua merupakan bagian dari masyarakat, harus ikut andil dalam melakukan upaya-upaya penanggulangan tapi juga tentunya dihadapi dengan tenang.

Helmi yang ditemui seusai menghadiri kegiataan rapat koordinasi dalam rangka menyikapi maraknya berita keberadaan/aktivitas gay yang digelar di Mapolres, menilai kemunculan LGBT di Garut ini merupakan realita sosial yang tak bisa disangkal.

Namun mereka bukan hanya ada di Garut tapi juga di semua daerah. Bahkan dari data yang dimilikinya, keberadaan LGBT di Garut masih terbilang redah dibanding daerah lainnya di Jawa Barat.

“Terhadap realita sosial ini, kami telah menyusun langkah-langkah strategis dan praktis dengan menjalin kerja sama dengan pihak terkait termasuk Polri, TNI dan ulama untuk membetuk timsus,” katanya.

“Kemmudian kita susun bagaimana kita mengambil langkah-langkah pembinaan, pengawasan, bagaimana kita persempit ruang gerak LGBT agar tidak terus berkembang,” ucap Helmi lagi.

Diungkapkannya, saat ini langkah-langkah tersebut sudah tersusun dan tinggal dilakukan
“action” di lapangan yang akan dilakukan secepatnya.

Bahkan, Disdik sudah mengumpulkan para kepala sekolah SMP dan menggelar deklarasi penolakan terhadap LGBT.

Disamping itu, tambahnya, Disdik juga telah mengumpulkan guru-guru yang terkait
pembinaan mental dan moral siswa.

Dalam pertemuan dengan para guru itu juga telah disepakati bahwa harus secepatnya dilakukan gerakan bagaimana agar ada pengawasan terhasap aktivitas LGBT ini, terutama yang melibatkan siswa.

“Saat ini kasusnya sendiri sedang ditangani pihak Polrees Garut dan gambaran sementaranya sudah ada tapi penyelidikannya belum selesai. Dugaan sementara akun itu tidak benar atau kalaupun ada tapi jumlahnya tidak sebanyak itu,” kata Helmi.

Lebih jauh Helmi menegaskan jika saat ini Kominfo telah memblokir akun facebook Grup
Gay SMP dan SMA Garut. Hal ini dilakukan agar aktivitasnya tidak semakin meluas.(Aep
Hendy S)***

Komentari