Pemohon SIM dan SKCK Berjubel

SINGAPARNA, (KAPOL).-Pemohon pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi) dan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) di Polres Tasikmalaya mengalami peningkatan yang sangat signifikan pada dua hari setelah libur lebaran idulfitri, Selasa (11/6/2019). Bahkan jumlahnya naik hingga 300 persen dari hari-hari normal.

Kondisi ini diketahui memang kerap terjadi pasca musim mudik atau libur lebaran. Apalagi saat ini berbarengan dengan menjelang kelulusan siswa di tingkat SLTA. Dari data yang tercatat di Polres Tasikmalaya dalam satu hari rata-rata ada sebanyak 200 pemohon SKCK yang terlayani. Padalah jika di waktu normal, jumlah pemohon paling banyak 30 sampai 50 orang saja.

Tidak hanya di pelayanan SKCK saja yang berjubel, pelayanan pembuatan SIM juga terbilang penuh. Bahkan pemohon sampai mengantri ke luar ruangan pelayanan karena sudah tidak tertampung. Para pemohon ini kebanyakan membuat SIM baru, baik SIM C maupun SIM A, yang kebetulan mudik ke kampung halaman dan akan segera kembali ke kota-kota besar. Mereka nampaknya memanfaatkan mudik lebaran guna mengurus kebutuhan wajib membawa kendaraan.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra, melalui Kaur Min TU Satintelkam Polres Tasikmalaya Bripka Usep Kasmiri menjelaskan, dalam dua hari pelayanan SKCK dan SIM di Polres Tasikmalaya cukup diserbu para pemohon. Mereka rata-rata pemohon baru, meski ada juga pemohon lama yang hendak memperpanjang masa berlaku SIM atau SKCK.

“Sangat penuh. Bahkan jika biasanya kita tutu kantor pada pukul 14.00 wib. Kali ini bisa sampai 16.00 wib, karena yang sudah datang dan mendaftar harus kita layani dan selesaikan hari itu juga,” jelas Usep.

Khusus untuk pelayanan SKCK, hampir 90 persen merupakan para pembuat baru yang rata-rata mereka baru lulus sekolah tingkat atas pada tahun ini. SKCK sebagai salah satu syarat wajib dalam melamar pekerjaan hingga melanjutkan ke jenjang perkuliahan, nampaknya mendorong kebutuhan para pemohon. Mereka pun rela antri hingga berjam-jam karena membludaknya pemohon.

Bahkan dikatakan Usep, jumlah pemohon yang datang perharinya bisa sampai 400 orang. Namun karena keterbatasan waktu, maka pihaknya hanya mampu melayani 200-an pemohon saja dalam perharinya. Pihaknya pun menyarankan agar pembuatan SKCK dilakukan di kantor Polsek-polsek tempat domisili pemohon. Sehingga tidak bertumpuk dan membludak di Polres Tasikmalaya.

“Kita sarankan untuk membuat SKCK di polsek. Karena di tingkat polsek pun bisa. Hal ini pun agar mereka hemat waktu dan biaya perjalanan bila berasal dari domisili yang cukup jauh,” tambahnya.

Aah Koniah (19) salah satu pemohon SKCK sudah hampir 3 jam mengantri. Dirinya tidak tahu jika ternyata para pemohon bisa sampai berjubel. Meski demikian dirinya dengan rela menunggu, karena kebutuhan akan SKCK sebagai salah satu syarat melamar pekerjaan ke salah satu pabrik garmen di Tangerang.

“Iyah sudah hampir 3 jam. Cukup melelahkan juga, tapi mau gimana lagi karena memang sangat diperlukan,” jelas dia. (Aris Mohamad F)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...