Pemuda Desa Wargakerta Kelola Sampah Menjadi Rupiah

TASIKMALAYA, (KAPOL).-Jika dikelola dengan baik sampah itu bisa mendatangkan rupiah. Sebaliknya jika dibiarkan bisa menimbulkan masalah

Para pemuda yang ada di Desa, Wargakerta, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya berusaha mengolah sampah menjadi rupiah. Sejak empat bulan lalu, mereka memilah-milah sampah rumah tangga, mana yang bisa dimanfaatkan dan mana yang harus dibuang.

Hasilnya, lumayan sampah yang tadinya menjadi biang masalah di kampungnya, kini sedikit-sedikit sudah bisa menghasilkan rupaih. Masyarakat sudah mulai mengerti sampah itu bisa memberi manfaat.

Sejak dari rumah tangga warga sudah memilah-milah sampah. Para pemuda kemudian mengambil sampah yang bisa didaur ulang untuk dikumpulkan dan dijual ke pengelul. Untuk sampah organik, para pemuda juga mengolahnya menjadi pupuk organik.

“Kami juga ke depannya akan membuat bank sampah. Dan alhamdullilah masyarakat sudah mulai memahami dan bisa memilah-milah sampah sejak dari rumah tangga,” kata Ketua Karang Taruna Desa Wargakerta,  Anjar Munandar.

Untuk menyadarkan pentingnya warga mengelola sampah dengan baik, para pemuda yang dimotori oleh Karang Taruna Desa dan Kader Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) Kementrian Pemuda dan Olah Raga, menggelar pelatihan pengelolaan sampah organik dan sampah non organik.

Pelatihan yang diikuti oleh 100 orang warga perwakilan dari tiap Rukun Tetangga (RT) yang ada di Desa Wargakerta itu dilakukan selama dua hari yakni Ahad (19/11/2017) dan Senin (20/11/2017). Pada hari pertama diisi dengan materi- materi yang dilakukan di aula Desa Wargakerta.

Di hari kedua, warga langsung diajak praktek bagaimana mengelola sampah dengan baik, termasuk diajarkan bagimana caranya memanfaatkan sampah organik untuk dijadikan pupuk organik.

Pada hari pertama, tampil sebagai pemateri, Kepala Bidang Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Atep Dadi Sumardi, pengeloa Bank Sampah di Sukarame, Irman Hirdarsyah (Irdas) dan Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Tasikmalaya, M Hakim Zaman.

Dalam kemsempata itu, Irdas terus memompa semangat warga untuk mau melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Sampah bakal menjadi persoalan serius jika tidak dikelola dengan baik. Dia pun mendorong warga untuk segera membuat bank sampah agar tata kelola sampah di desa Wargakerta bisa lebih baik lagi.

Kader Pemuda Mandiri Membangun Desa, Kementrian Pemuda dan Olahraga, Andi Ruskandi mengatakan, pemuda desa harus bisa tampil membangun desanya menjadi lebih baik lagi. Para pemuda Desa Wargakerta saat ini memiliki kepedulian yang tinggi dalam mengelola sampah.

“Apa yang sudah dilakukan para pemuda Desa Wargakerta ini harus terus ditularkan kepada warga lainnya. Sehingga ada sinergitas antara warga dengan para pemuda dalam mengelola sampah,” tuturnya.

Ia mengharapkan langkah para pemuda bisa diimbangi dengan munculnya kesadaran warga desa dalam mengelola sampah. Sehingga sampah yang kerap menjadi biang masalah, bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Tasikmakaya yang duduk di komisi 3, M Hakim Zaman mengatakan, sampah selalau menjadi persolaan besar yang dihadapi oleh Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola sampah sangat terbatas.

Bayangkan saja, dengan wilayah yang sangat luas, ada 39 kecamatan, Kabupaten Tasikmalaya hanya memiliki 8 unit armada sampah. Sehingga tidak mampu menjangkau semua wilayah di Kabupaten Tasikmalaya.

“Solusinya ya itu berbasis kemandirian pengelolaan sampah di tingkat desa. Dan saya sangat salut kepada pemuda Desa Wargakerta yang memiliki inisiatif untuk mengelola sampah. Langkah yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Jelas dia, sampah yang selalau menimbulkan musibah harus diubah agar menjadi berkah. Langkah itu bisa dilakukan dengan cara mengeloa sampah dengan baik dari mulai rumah tangga.

Ia juga mengaku siap membantu memfasilitasi sarana dan prasarana untuk mengelola sampah yang dilakukan oleh para pemuda desa, sehingga ke depan Desa Wargakerta bisa menjadi desa percontohan dalam mengelola sampah.

Kepala Bidang Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Atep Dadi Sumardi mengatakan, kondisi sampah di Kabupaten Tasikmalaya kerap menjadi masalah. Karena setiap hari terus diproduksi oleh warga, sedangkan armada untuk mengangkut sampah sangat terbatas.

Butuh kesadaran semua warga untuk bisa mengelola sampah dengan baik. Jika saja setiap desa sudah bisa mengelola sampah dengan baik, maka persoalan sampah di Kabupaten Tasikmalaya bisa terselesaikan.

“Langkah yang dilakukan pemuda Wargakerta sangat bagus. Kamis di Dinas mendukung dan memang mendorong gerakan seperti ini,” jelasnya.

Saat ini pihaknha terus bergerilya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar memiliki kesadaran untuk mengelola sampah secara mandiri di tingkat RT, RW, tingkat desa dan tingkat kecamatan. Kemudian dilanjutkan dengan membangun bank sampah.

Saat ini sudah ada beberapa desa yang mampu mengelola sampah dengan baik selain Wargakerta, yakni desa Cikunir, Karangnunggal dan Kadipaten. Dan untuk bank sampah di Kabupaten Tasikmalaya sudah ada 40 unit bank sampah.

“Kami juga mendorong agar di tiap kecamatan itu ada tempat pengelolaan sampah reuse, reduce recycle atau TPS 3R, agar sampah bisa memberikan berhak kepada masyarakat tidak menjadi masalah,” katanya.

Atep optimis jika sampah dikelola dengan baik oleh masyarakat bukan hanya bisa menyelesaikan masalah tetapi juga bisa memberi keuntungan besar bagi masyarakat. Sampah itu bisa menghasilkan rupiah. (Abdul Latif)***

Komentari