oleh

Pemuda Tasik Bergerak

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Pemuda dan pemudi Kota Tasikmalaya ‘bergerak’ dengan caranya sendiri.

Mereka memulai dengan peduli terhadap permasalahan di tingkatan lokal. Salah satunya membantu pengidap thalasemia– kelainan darah yang selalu membutuhkan tranfusi darah.

“Kami mencoba bergerak dengan donor darah, terutama pengidap thalasemia yang selalu membutuhkan tranfusi darah. Karena dengan itu, helaan nafasnya tergantung dari itu,” ujar Wakil Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Heni Hendini, Senin (28/10/2019).

Betapa tidak, dalam satu bulan saja membutuhkan 350 labu darah. Pengidap thalasemia di Kota Tasikmalaya mencapai 70 orang dari 245 orang yang terdata di wilayah Tasikmalaya.

“Thalasemia penyakit yang tidak bisa diobati, tetapi dapat dicegah. Anak-anak thalasemia selalu transfusi sepanjang hidupnya. Sedangkan kebanyakan orangtuanya bukan dari golongan berlebih,” katanya.

Pihaknya berharap, donor darah dan baksos untuk penderita thalasemia bisa membuka dan mengetuk pemuda serta masyarakat Kota Tasikmalaya.

Pemuda menjadi penggerak bagi masyarakat untuk membantu sesama yang membutuhkan.

“Ini merupakan salah satu rangkaian dalam memperingati sumpah pemuda. Masih ada gerakan-gerakan lain untuk mencari solusi berbagai persoalan di kota tercinta ini,” ujar Heni. (KP-11)***

Komentar

News Feed