Penderita Thalasemia Bertambah, RSUD Kota Banjar Keteteran Stok Darah

BANJAR, (KAPOL).- Thalasemia sebagai penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal, tentunya harus mendapat perhatian khusus bagi keluarga serta pihak pemerintah.

Atas rasa kepeduliannya tersebut, RSUD Kota Banjar menggelar kegiatan hari ulang tahun Perhimpunan orang tua penderita Thalasemia Kota Banjar ke-7, yang diselenggarakan di Aula RSUD Kota Banjar, Jumat, (12/04/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesiah didampingi Direktur RSUD Kota Banjar, drg. Eka Lina Liandari, M.MRS serta Perwakilan perhimpunan orang tua penderita Thalasemia Cab. Banjar (POPTI), Sri M. Sukmayati serta para penderita Thalasemia yang didampingi orang tuanya.

Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, menyebutkan jika penderita Thalesemia dari tahun 2012 hingga sekarang ada peningkatan.

“Ya, dari tahun 2012 kini meningkat, asalnya 61 orang kini 138 orang yang menderita Thalasemia,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, dituturkannya, membutuhkan Bank Darah sebanyak 700 labu.

“Untuk fasilitas medis, RSUD Kota Banjar bagi para penderita, Alhamdulillah sudah terpenuhi, hanya saja Bank Darahnya masih kurang dan harus tersedia,” tuturnya.

Dengan demikian, Ade Uu Sukaesih berharap masyarakat mau peduli dengan menyumbangkan darahnya bagi para penderita Thalasemia.

“Kebutuhan darah bagi mereka itu sekitar 700 labu, karena dari 138 itu ada yang menggunakan 2 hingga 3 labu dalam perbulannya, maka dari itu, saya menghimbau kepada semua agar mau menyumbangkan darahnya,” imbuhnya.

Dalam kegiatan hari ulang tahun itu, Pemerintah Kota Banjar menghibahkan kendaraan dinas untuk mengangkut para penderita ke RSUD.

“Pengobatan sudah gratis, nah sekarang karena kasian juga bagi yang kurang mampu serta rumahnya jauh, harus mengeluarkan ongkos hingga Rp. 30-40 ribu, kini kami fasilitasi kendaraannya secara gratis,” pungkasnya.

Sekretaris POPTI, Sri M. Sukmayati, mengatakan kegiatannya tersebut diselenggarakan kedua kalinya, sebagai pengingat akan Thalesemia.

“Informasi tentang penyakit Thalasemia dulu memang kurang, nah sekarang kita selalu menginformasikan dan mensosialisasikan penyakit Thalasemia, sehingga dengan gejala-gejalanya, para orang tua bisa tahu apakah itu penyakit Thalasemia atau tidak,” ungkapnya.

Memang tidak hanya sampai disitu saja, lewat perkiraan dengan melihat gejala, namun tetap harus diperiksakan oleh dokter, sehingga diketahui pasti.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Wali Kota yang sudah memberikan mobil kameumeutnya, Si Ebreg, untuk kebutuhan penderita Thalasemia yang ingin melakukan pengobatan, sehingga tidak ada alasan untuk berobat,” ucapnya.

Senada dengan Wali Kota, Sri meminta untuk peduli terhadap pasien Thalasemia, yang sangat membutuhkan stok darah setiap bulannya itu sebanyak 700 labu.

“Untuk obat khelasi besi, pihak RSUD sudah men-stok dengan aman bagi para penderita, namun kebutuhan stok darah sangat kurang, terutama nanti pada bulan puasa, sangat minim stok darah,” pungkasnya. (Agus Berrie)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...