Pengelola dan Santri Pesantren Tertua di Garut, Nyatakan Dukungan Kepada Jokowi-Amin

GARUT, (KAPOL).- Menjelang Pemilihan Presiden 2019, dukungan terus mengalir dari warga Garut terhadap kedua pasangan Capres/Cawapres.

Bukan hanya kelompok masyarakat biasa, pernyataan dukungan juga datang dari kalangan pesantren.

Seperti yang dilakukan pengelola dan santri Pesantren Al Miftahussaadah yang berlokasi di wilayah Kecamatan Cisurupan.

Mereka mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan capres dan cawapres Joko Widodo dan KH. Ma’aruf Amin.

Deklarasi dilakukan bersama tokoh ulama serta tokoh masyarakat yang dirangkai dalam kegiatan Hallaqoh Kebangsaan dan Doa Bersama Untuk Kelancaran Pemilu 2019 di Pesantren Al Miftahussaadah Kubang, Jumat (1/2/2019).

Deklarasi dan pernyataan sikap dukungan dipimpin langsung oleh KH. Saep Kurnia dan diikuti oleh para ulama, tokoh masyarakat, dan santri di lingkungan pondok pesantren tertua di Garut itu.

Kegiatan tersebut dihadiri tidak kurang dari 225 orang yang terdiri unsur ulama, tokoh masyarakat dan santri.

Pengasuh pondok pesantren, KH. Saep Kurnia mengatakan, kyai, ulama dan tokoh masyarakat sepakat dukung Capres Jokowi dan KH. Ma’aruf Amin yang diyakini akan menang di Pilpres 2019 mendatang.

“Dengan mohon ridho Allah, para kiai, ulama dan tokoh masyarakat mendukung Ma’ruf Amin untuk menjadi wakil Presiden Republik Indonesia dan Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia. Kami mau Indonesia ini dipimpin yang benar-benar ulama, bukan yang cuma dekat dengan ulama,” kata Saep.

Dia pun meyakini, Ma’ruf bisa membawa suara para ulama dan dijalankan langsung dalam pemerintahan. Kemudian hal ini juga sebagai bentuk jihad untuk keselamatan negara dan kemaslahatan umat bersama.

“Ini sebagai spirit menyatunya ulama dan umara untuk memajukan masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

Dalam kesempatan ini, ketua panitia kegiatan, Ust. Dede Jawawi meminta semua santri dan masyarakat khususnya Garut dan umum Indonesia, benar-benar memilih calon pemimpin Indonesia yang benar-benar lahir dan mempunyai jiwa yang dekat dengan Allah yakni Jokowi-Ma’ruf.

“Apabila kita salah memilih dan menyoblos dalam 30 detik di bilik suara, jangan sampai efeknya kita rasakan hingga 5 tahun ke depan. Perlunya memilih Jokowi-Ma’ruf karena mempunyai latar belakang agama yang kuat dan agar dapat memimpin Indonesia dengan hati yang ikhlas,” ucap Dede Jawawi. (Aep Hendy S)***