Pengelolaan Penginapan Cipanas Indah Dialihkan ke Swasta


TARKA, (KAPOL).- Pengelolaan penginapan dan kolam renang Cipanas Indah di kawasan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler kini resmi dialihkan ke pihak swasta. Cipanas Indah sendiri merupakan asset milik Pemkab Garut yang sebelumnya dikelola pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Garut.

Adanya pengalihan pengelolaan Hotel Cipanas Indah oleh pihak swasta dibenarkan Yudi Kartiwijaya, General Manajer CV Wulandari. CV Wulandari inilah yang kini diberi kewenangan penuh oleh pihak Pemkab Garut untuk mengelola Hotel Cipanas Indah.

“Pengelolaan Hotel Cipanas Indah saat ini memang sudah resmi dikelola oleh kami. Hak pengelolaan yang kami miliki waktunya untuk 30 tahun,” ujar Yudi, Jumat (4/1/2019).

Dikatakannya, pengalihan pengelolaan Hotel Cipanas Indah oleh pihaknya terhitung sejak tanggal 1 November 2018 lalu. Pihak pengelola akan berupaya maksimal untuk meningkatkan sarana dan prasarana hotel yang memiliki sudah berdiri sejak tahun 1963 ini.

Sejumlah rencana pengembangan pun kini telah disusun pihak pengelola dengan harapan Hotel Cipanas Indah jauh lebih baik dan maju dari sebelumnya. Dengan demikian ke depannya tingkat kesejahteraan para karyawan hotel pun bisa kian meningkat.

“Kami melihat butuh peremajaan agar hotel ini bisa lebih berkembang dan maju. Kondisinya saat ini memang sudah terbilang tua sehingga perlu segera dilakukan perombakan,” katanya.

Selain merombak bangunan hotel yang terbilang sudah tak sesuai lagi, Yudi juga menyebutkan pihaknya akan membangun sejumlah fasilitas baru. Perombakan bangunan hotel dan pembangunan fasilitas akan mulai dilakukan sekitar Maret atau April tahun ini.

Perombakan dan pembangunan yang akan dilakukan, tutur Yudi, tidak akan dilaksanakan secara sekaligus melainkan secara bertahap. Jumlah kamar hotel pun dipastikan akan mengalami penambahan sehingga kemungkinan akan mengambil sebagian lahan yang saat ini digunakan sebagai kolam renang.

“Kolam renang masih tetap ada bahkan akan kita renovasi sehingga kan jauh lebih baik dan nyaman. Namun kemungkinan ukuran kolam renangnya menjadi berkurang dari yang sekarang karena akan kita gunakan sebagian lahannya untuk membuat kamar baru,” ucap Yudi.

Diungkapkannya, dengan beralihnya pengelolaan Hotel Cipanas Indah ini, pihaknya mempunyai kewajiban untuk menyetor ke Pemkab Garut sebesar Rp 305 juta per tahun. Namun setiap tahunnya, ada kenaikan sebesar 5 persen yang juga harus disetorkan ke Pemkab Garut.

“Itu belum termasuk profit sharing sebesar lima persen tiap tahunnya. Namun kami optimis bisa memenuhi target tersebut dengan konsep yang sudah kami siapkan saat ini,” ucapnya.

Masih menurut Yudi, untuk lebih menarik tamu yang menginap di hotelnya, pihaknya juga akan menyediakan wisata kesehatan berupa pemandian air panas serta wisata olahraga seperti kawasan outbond. Selain itu ada juga ruang meeting serta sejumlah fasilitas lainnya yang akan dibangun seperti area berkemah dan wisata hutan.

Lebih jauh Yudi menerangkan, lahan yang dimiliki Cipanas Indah saat ini mencapai 2 hektare. Dengan luas lahan seperti itu, pihaknya bisa leluasa membangun kamar penginapan tambahan sehingga jumlahnya bisa mencapai antara 32 hingga 50 unit, begitupun fasilitas pendukung lainnya.

Untuk menjaga kenyamanan tamu hotel, Yudi juga menuturkan pihaknya akan berupaya melakukan penertiban terkait aksi premanisme yang dianggap sering mengganggu kenyamanan tamu. Koordinasi dengan pihak terkait pun akan dilakukan dengan baik sehingga gangguan-gangguan seperti itu tak akan lagi terjadi.(Aep Hendy S)***

Diskusikan di Facebook