Penghargaan Atas Eksistensi Pesantren, PKB Siap Gelar Musabaqoh Kitab Kuning Se-Indonesia

image

SINGAPARNA, (KAPOL).-
Eksistensi pondok pesantren dalam mengawal perjalanan republik ini tidak bisa dipungkiri lagi. Perannya dianggap vital dalam menentukan arah perjalanan Indonesia merdeka. Hal itu terbukti dengan banyaknya pondok pesantren di Indonesia yang secara usia jauh lebih tua ketimbang kemerdekaan Indonesia.

Sampai hari ini, pondok pesantren khususnya yang beraliran salafiah masih jadi rujukkan pendidikan moral dan agama bagi sebagian besar kalangan masyarakat Islam di Indonesia. Ada banyak pondok pesantren yang memiliki jumlah santri mencapai ribuan orang. Termasuk di Tasikmalaya.

Sebagai bentuk penghargaan atas eksistensi itulah yang menjadi landasan DPP PKB menggelar hajat akbar bertajuk Musabaqoh Kitab Kuning se Indonesia. Acara tersebut akan di buka secara serentak di lima pondok pesantren salafiah di Indonesia, Sabtu (02/04/2016) besok. Pondok Pesantren Cipasung jadi salah satu di antara sekian banyak pondok pesantren salafiah di Indonesia yang ditunjuk langsung jadi penyelenggara.

“Dari DPP langsung menunjuk Cipasung sebagai tuan rumah di Jawa Barat bersama dengan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon,” kata salah seorang panitia Musabaqoh Kitab Kuning PKB lokal Cipasung, Nana Magadir, Jum’at (01/03/2016) malam.

Penunjukkan Cipasung ini, kata Nana, bukan tanpa alasan. Sampai hari ini Pondok Pesantren yang didirikan oleh Almagfurlah KH. Ruhiat ini masih konsisten mengajarkan metode pembelajaran dengan menggunakan kitab kuning bagi para santrinya.

“Kitab kuning mampu menjembatani problem keotentikan dan kemodernan (musykilah al-ashalah wa al-hadatsah) secara harmonis,” kata Nana. (Imam Mudofar)

Komentari