Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

BANJAR, (KAPOL).- Puncak peringatan HUT ke-71 Koperasi Nasional tingkat Kota Banjar digelar dan dipusatkan di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar, Kamis (12/7/2018).

Menjadi momentum
kebangkitan koperasi, sesuai tema
“Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.

“Mindset atau pola pikir masyarakat harus dirubah dahulu. Ini penting dalam upaya pembentukan koperasi yang sehat dan berkualitas, menuju pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Wali Kota Banjar, Hj.Ade Uu Sukaesih.

Ditegaskan dia, keberadaan koperasi itu bukan hanya menjadi tempat meminjam dan mencari bantuan saja, tetapi diharuskan menjadi tempat menabung.

Lebih jauhnya lagi, mampu meminimalisir masyarakat supaya tidak pinjam uang ke rentenir.

“Terpenting sekarang ini, kualitas koperasi harus diutamakan, bukan kuantitas saja. Koperasi yang berkualitas dipastikan mampu mensejahtrakan anggotanya dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Untuk itu, keberadaan koperasi di Kota Banjar mesti diseleksi lagi sekarang ini,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Pemkot Banjar sudah berupaya melakukan pengembangan perkoperasiaan di Kota Banjar, misal berbentuk bumdes dan pokjamas.

Pada kesempatan itu, dia berpesan supaya insan koperasi di Kota Banjar jangan melakukan pelanggaran hukum.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banjar, H.Saifuddin, menyatakan, dari 115 koperasi yang terdata di Kota Banjar, koperasi yang melaporkan Rapat Anggaran Tahunan (RAT) tahun 2017 hanya 36 koperasi.

“Kami sudah berupaya mendorong masyarakat supaya mampu mengembangkan kreativitas di koperasi. Bersamaan momentum hari koperasi sekarang ini, koperasi diberi ruang untuk mempromosikan produk UKM melalui pameran selama dua hari ini,” kata H.Saifuddin.

Ketua Dekopinda Kota Banjar, H.Kadijan, mengapresiasi seremonial hari koperasi tahun 2018 yang meriah.

“Hari Koperasi tahun 2018 ini, merupakan tahun pertama memperingati hari koperasi yang ada acara seremonial dan meriah. Semoga saja dukungannya itu berkelanjutan dan lebih berkualitas lagi,” tuturnya.

Dijelaskan dia, jumlah koperasi di Kota Banjar mengalami pengembangan sejak berpisah dari Kab Ciamis. Pada tahun 2003 lalu, terdata 96 koperasi, tahun 2016 sebanyak 167 koperasi dan tahun 2017 berjumlah 115 koperasi.

“Dari 115 koperasi dan melakukan RAT hanya 36 koperasi atau sekitar 30 persen saja. Keberadaan koperasi di Kota Banjar sekarang ini, saat diseleksi lagi dengan harapan koperasi yang tumbuh dan berkembang lebih berkualitas nantinya,” tuturnya.

Bersamaan memperingati hari koperasi tahun 2018, sejumlah koperasi tercepat menggelar RAT dan terbaik mendapatkan penghargaan dari Pemkot Banjar. Seperti koperasi Guru Banjar, Primkop Buaya Putih dan Kopas warga Usaha.

Ketua Kopas Warga Usaha, H.Enceng, menyatakan, aset Kopas Warga usaha sudah mencapai Rp 7,4 miliar.

“Kopas Warga Usaha berdiri tahun 1982. Dana bergulir selama ini mencapai Rp 40 miliar. Anggota yang melakukan simpanan dan pinjaman nyaris imbang, masing-masing berkisar Rp 20 miliaran dengan jumlah anggotanya 1699 anggota,” kata Aceng. (D.Iwan)***

Komentari