Pengungsi Korban Banjir dan Longsor Mulai Terserang Penyakit

CULAMEGA, (KAPOL).-Memasuki hari ketiga, pengungsi korban banjir bandang dan longsor di Kampung Cikondang, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, mulai mengeluhkan terserang penyakit. Rata-rata mereka mengeluhkan terserang penyakit seperti pilek, demam, diare, hypertensi dan Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa), khususnya anak-anak.

Para korban banjir bandang dan longsor ini, mengungsi ke perbukitan karena kampungnya ruksak diterjang banjir dan longsorm

“Pengungsi mulai banyak mengeluhkan terserang penyakit, terutama anak-anak,” kata salah seorang warga, Uum kepada wartawan, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, di Desa Bojongsari ada sekitar 100 jiwa yang tinggal di tenda pengungsian. Diduga selain kondisi cuaca, juga tidak terbiasa tinggal di tenda pengungsian. Terlebih tempat yang tidal layak, MCK yang tidak bersih dan minimnya air bersih. Hujan yang terus-terusan mengguyur, serta cuaca dingin semakin memperparah. Akibatnya, banyak yang mengeluhkan terserang penyakit, khususnya anak-anak.

“Kami sangat berharap, bantuan sembako dan obat-obatan. Bukan hanya itu, tenaga media juga harus segera untuk memberikan pertolongan,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kasubdit Penanganan Korban Bencana Kemensos RI, Ian Kusmadiana mengaku sejauh ini ketersedian logistik di Posko Utama Bojongsari masih memadai. Selain kebutuhan pangan, tikar hingga selimut juga masih tersedia.

Namun petugas mengalami kesulitan menyalurkan logistik, akibat lokasi terisolir longsor. Selain kendaraan roda dua dan roda empat tak bisa masuk, warga juga harus berjalan kaki sejauh 12 kilometer untuk sampai ke lokasi terdampak bencana.

“Kami sangat kesulitan untuk mengakses dan mendiatribusikan logistik. Akibatnya, kini logistik menumpuk karena tidak seluruhnya tersalurkan,” ucapnya.

Menurutnya, tiga harinpasca bankir bandang dan longsor, pihaknya dari Kemensos sudah mendirikan posko dan dapur umum di Kecamatan Culamega. Hal ini karena kecamatan ini dianggap sebagai titik paling parah terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor.

Sedikitnya ada lima desa yang terdampak banjir bandang dan longsor, diantaranya Bojongsari, Cikuya, Cintabodas, Cipicung dan Mekarlaksana, ungkapnya. (Ema Rohima)***

Komentari