Penyimpangan Seksual Merajalela

Nanang Permana
Nanang Permana

CIAMIS, (KAPOL).-
Badan Pembuatan Peraturan Daerah (Bapperda) kabupaten Ciamis akan mengevaluasi materi dan pelaksanaan Perda antimaksiat menyusul merajalelanya prilaku laki-laki suka laki-laki (LSL) atau homoseks. Apalagi ada kalangan homoseks yang sudah terinfeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) mencapai 7 orang.

[quote]Kami sangat prihatin pelaku seks menyimpang LSL lebih dari seribu orang di kabupaten Camis. Kondisi ini harus diredam secepatnya. Salah satunya dengan mengevaluasi perda antimaksiat yang sudah disahkan DPRD beberapa tahun lalu baik materi dan pelaksanaannya,” ujar Ketua Bapperda Nanang Permana.[/quote]

Menurutnya, perda antimaksiat seyogyanya bisa meredam kemaksiatan di Kabupaten Ciamis, termasuk membatasi perilaku seks menyimpang yang bisa mengakibatkan kemunkaran lebih besar.

Jika dibiarkan sangat berbahaya bagi masa depan generasi bangsa dan umat Islam di tengah modernisasi dan tren mode pergaulan saat ini.

“Kami menyadari untuk meredam prilaku seks menyimpang tidak bisa hanya mengandalkan perda anti maksiat, butuh kebersamaan seluruh komponen, baik kalangan pendidik, tokoh agama, tokoh mayarakat, pemerintah dan komponen lainnya. Namun dengan evaluasi perda anti maksiat ini diharapkan melahirkan pemikiran konstruktif agar norma dan ajaran agama tetap terjaga, kemaksiatan tidak merajalela di Ciamis,” ujarnya.

Nanang mengatakan, perda anti maksiat seharusnya menjadi salah satu rambu-rambu yang bisa meredam berbagai bentuk kemaksiatan. Namun faktanya belum dijalankan secara maksimal dan belum menjadi dasar penindakan pemberantasan kemaksiatan.

“Kurang efektifnya perda antimaksiat bisa karena materinya sudah tidak relevan atau kurang lengkap. Atau bisa saja tidak dilaksanakan secara maksimal. Makanya kami akan mengevaluasi perda tersebut secara menyeluruh,” ujarnya.

Nanang mengingatkan, jika prilaku homoseks semakin merajalela bukan hanya akan merusak moral dan norma, tapi akan mengundang laknat dan kehancuran bagi umat manusia sebagaimana azab yang menimpa kaum Nabi Luth. (M.A. Haris)

Komentari